DPRD Peringatkan PLTU Soal HO-IMB Jetty

Kamis, 14 Januari 2016 | 17:08 WIB
Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Pihak Komisi B DPRD Rembang memperingatkan pihak PLTU Sluke terkait dugaan belum dimilikinya izin gangguan dan IMB atas jetty mereka yang sudah lama beroperasi.

Ketiadaan dua izin tersebut dinilai merugikan daerah karena mestinya ada pemasukan retribusi.

Dugaan masih belum dimilikinya izin gangguan dan IMB jetty PLTU Sluke terungkap saat Komisi B dan Ketua DPRD Rembang melakukan inspeksi ke lokasi pembangkit itu, Kamis (14/1/2016) pagi.

“Kami kecewa atas belum dimilikinya izin HO dan IMB jetty PLTU Sluke,” ungkap anggota Komisi B DPRD Rembang Mohammad Asnawi usai inspeksi.

Hal itu karena DPRD sudah pernah mempertanyakan persoalan yang sama pada 2013. Selain itu, kekecewaan juga karena pihak PLTU yang bersikap saling lempar, mulai dari alasan tidak tahu sampai alasan pejabat berwenang yang dipindah tugas.

“PLTU seperti lari dari tanggung jawab,” ujarnya.

Asnawi mengaku tidak tahu faktor yang membuat mereka lambat mengurus dua jenis izin tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak PLTU yang ditemui tidak bisa memberi penjelasan secara klir.

“Atas situasi yang demikian, kami meminta kepada petugas terkait, agar melapor ke manajemen,” terangnya.

Pihak DPRD memberikan tenggat waktu 7 hari kepada pihak PLTU untuk menjelaskan dua jenis izin itu, sekaligus memberesinya.

Dalam hal ini, pihak legislatif juga akan memanggil Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Rembang.

“Kami juga akan panggil KPPT untuk memberikan penjelasan terkait proses izin dari PLTU,” tegasnya.

Kepala KPPT Rembang Sri Sugiyarti yang dikonfirmasi reporter mataairradio pada Kamis (14/1/2016) siang menyatakan tidak ada dokumen izin HO dan IMB atas jetty PLTU Sluke, sehingga dimungkinkan belum ada pengurusan izin.

“Kami sudah pernah mengingatkan (tapi tak digubris),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan