DPRD Targetkan Revisi Perda TPI Di Akhir Jabatan

Selasa, 29 April 2014 | 16:20 WIB
Suasana di TPI Tasikagung Rembang. (Foto:Pujianto)

Suasana di TPI Tasikagung Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – DPRD Kabupaten Rembang menargetkan bisa merevisi Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di akhir masa jabatan legislator 2009-2014.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Gatot Paeran mengatakan, di sisa waktu hampir empat bulan masa jabatan, revisi perda yang salah satunya juga mengatur proporsi pengelolaan retribusi pelelangan ikan, diharapkan tuntas.

Jika pun belum selesai, revisi perda yang dianggap kurang berpihak kepada nelayan ini, masih bisa dilanjutkan oleh legislator, periode lima tahun ke depan. Menurut Gatot, pembahasan mengenai revisi perda akan dimulai pada Mei nanti.

Sebelumnya, 24 April kemarin, sejumlah nelayan bersama pengurus koperasi unit desa (KUD) mendesak revisi Perda Kabupaten Rembang Nomor 4 Tahun 2009. Mereka menghendaki agar Perda tersebut diubah mengacu pada Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2003.

Ketua KUD Saroyo Mino Tasikagung Kecamatan Rembang Gunadi mengatakan, dari retribusi sebesar lima persen dari lelang ikan di TPI, 3,5 persen di antaranya dikelola Pemkab. KUD hanya mengelola 1,5 persen sisanya.

Pada porsi 3,5 persen ini, ada sekitar 0,4 persen yang diwujudkan oleh Pemkab dalam bentuk bantuan sosial bagi nelayan. Nelayan dan KUD berharap, porsi 0,4 persen ditambah menjadi 0,65 persen. Itu pun tidak lagi dikelola Pemkab, tetapi dikelola KUD agar tidak ribet birokrasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman menyatakan revisi perda tentang pengelolaan TPI mungkin dilakukan. Sebab, hanya sistem penyaluran belanja bansos nelayan yang berubah.

Namun mengenai porsi 0,4 persen yang diusulkan ditambah menjadi 0,65 persen untuk belanja bantuan sosial serta langsung dikelola KUD untuk nelayan, Suparman mengaku berat. Porsi 0,4 persen itu disebutnya sudah sesuai dengan amanat peraturan daerah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan