DPRD Ogah Disalahkan Soal Pencoretan Anggaran Perawatan Stadion Krida

Minggu, 14 Desember 2014 | 17:49 WIB
 Stadion Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

Stadion Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi D DPRD Kabupaten Rembang ogah disalahkan terkait pencoretan mata anggaran perawatan Stadion Krida yang sempat dimunculkan oleh pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) pada RAPBD 2015.

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko menyebut, perbaikan Stadion Krida belum sangat mendesak. Menurutnya, justru KONI sebagai induk semua cabang olahraga yang perlu ditambah dukungan anggarannya, karena selama ini alokasinya hanya Rp500 juta.

“Padahal, KONI membawahi lebih dari 20 cabang olahraga, sehingga perlu dukungan anggaran lebih. Jika jatah anggaran perawatan Stadion Krida sebesar Rp200 juta dipaksakan di APBD Induk, sejumlah cabang olahraga potensial yang ada di KONI (seperti dayung dan catur) dikhawatirkan mati,” katanya.

Selain alasan prioritas anggaran kepada KONI, Komisi D juga tidak menangkap urgensi usulan perawatan Stadion Krida dari Dinbudparpora. Sebab kesan yang muncul, justru Dinbudparpora lebih mengutamakan pembangunan lapangan di desa-desa, daripada stadion, padahal anggarannya lebih besar.

“Ada mata anggaran sebesar total Rp1,5 miliar untuk pembangunan atau peningkatan lapangan di sejumlah desa yang diajukan oleh Dinbudparpora melalui APBD 2015. Jika perawatan Stadion Krida dianggap penting, semestinya ada sebagian anggaran yang dialihkan,” tandasnya.

Namun, pihaknya memastikan akan menyetujui alokasi perawatan Stadion Krida melalui APBD Perubahan 2015. Itu pun jika Dinbudparpora mengusulkan lagi dengan nilai yang sama.

“Kami tidak mau gegabah menyetujui alokasi anggaran, tanpa melakukan kroscek lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Pihak Dinbudparpora Rembang menyatakan tidak bisa banyak berbuat untuk merawat beberapa bagian infrastruktur di Stadion Krida yang rusak, karena anggaran Rp200 juta yang diusulkan, di-drop oleh Komisi D, sebelum penetapan APBD Induk 2015 pada 28 November 2014.

Padahal, kompetisi Divisi Utama musim depan ditengarai sudah akan digelar pada Februari 2015, sementara kelayakan stadion biasanya menjadi prasyarat bagi sebuah klub untuk menggelar pertandingan di kandang. Kepala Dinbudparpora Rembang Sunarto berjanji mengusulkan lagi anggaran serupa di APBD Perubahan 2015.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan