Dorong UMKM Berkembang, Tarif Pajak Diturunkan Menjadi 0,5 Persen

Rabu, 19 September 2018 | 20:38 WIB

Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Rembang Tulus Dana Arta ketika berada di acara Talk Show “Spirit MataAir”, tentang Penurunan Tarif Pajak UMKM, di Studio MataAir Radio, pada Rabu (19/9/2018) pagi. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tarif pajak terhadap pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) diturunkan menjadi 0,5 persen dari sebelumnya sebanyak satu persen.

Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Rembang Tulus Dana Arta menjelaskan, penurunan tarif pajak untuk UMKM per Juli 2018 lalu bertujuan untuk mendorong para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro agar dapat berkembang.

“Kebijakan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018, oleh Kementerian Keuangan Republiki Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Arta menambahkan, kebijakan berupa penurunan pajak bagi UMKM tersebut juga untuk mengajak pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro untuk belajar melakukan pembukuan keuangan.

Menurutnya, mayoritas pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro tidak melakukan pembukuan keuangan dengan baik sehingga perkembangannya menjadi terkendala.

“Kami menyarankan agar pelaku UMKM kalau ingin berkembang supaya memiliki pekerja yang tugasnya mencatat keuangan usahanya. Biar pemasukan dan pengeluaran uang dapat tercatat secara akurat,” jelasnya.

Menurut Arta, dengan mencatat pemasukan maupun pengeluaran uang, para pelaku UMKM akan bisa tumbuh usahanya menjadi lebih besar.

Sementara itu, tujuan PP Nomor 23 Tahun 2018 tersebut untuk memberikan kemudahan kesederhanaan serta untuk mendorong masyarakat berperan dalam kegiatan ekonomi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan