Diusulkan, Taman Kartini Buka hingga Malam Hari

Saturday, 14 January 2017 | 21:48 WIB

Sejumlah mobil pengunjung terparkir di areal dalam Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Jumat (25/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KOTA, mataairradio.com – Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rembang mengusulkan agar Objek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini dibuka hingga malam hari.

Hal itu untuk mengembalikan kejayaan Pantai Kartini yang kini tersaingi oleh banyaknya tempat wisata baru yang bermunculan di pesisir Kabupaten Rembang.

Winaryu Kutsiah, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Disbudpar Kabupaten Rembang mengatakan, pihaknya juga mengusulkan tata kelola lampu-lampu hias.

“Jadi nanti ada lampion-lampion. Soal wisata kuliner juga rencananya akan kita tingkatkan lagi,” ujarnya kepada mataairradio.com beberapa waktu lalu.

Soal pendanaan rencana peningkatan fasilitas di Taman Rekreasi Pantai Kartini, pihaknya akan membahas dengan pihak pengelola.

Diakuinya sejak munculnya objek wisata baru di Rembang, Pantai Kartini sepi dari pengunjung. Ditambah lagi dengan kondisi bangunan yang kian memburuk akibat minimnya perawatan.

“Memang sejak hadirnya tempat-tempat wisata baru, Taman Kartini minim dikunjungi wisatawan. Belum lagi bangunannya ada yang sudah rusak juga,” tambahnya.

Murwadi, Manajer Pantai Kartini Rembang membenarkan dirinya telah menerima usulan dari pihak Dinbubparpora, terkait beberapa hal untuk mengembalikan kejayaan Pantai Kartini.

“Iya benar, kami juga sudah membuat proposal untuk memohon bantuan tenda-tenda seperti yang ada di alun-alun untuk mengembangkan wisata kulinernya,” tandasnya.

Ia mengaku siap-siap saja membuka layanan bagi wisatawan pada malam hari, asalkan pemerintah juga ikut berperan aktif untuk mengelola objek wisata Kota Rembang itu.

“Selama ini keikutsertaan Pemerintah dalam mengelola Taman Kartini kurang. Jadi kami ya kesulitan untuk mengembangkannya,” ungkapnya.

Murwadi juga mengakui, dengan kondisi persaingan ketat antarobjek wisata, target setoran satu miliar rupiah dari pengelola kepada pemkab per tahunya, sulit dipenuhi.

“Anda tahu sendiri persaingan wisata di Rembang saat ini begitu keras. Dengan kondisi Taman Kartini yang seperti ini kami kesulitan mencapainya,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan