Ditinggal ke Surabaya, Dapur Pensiunan Ludes Terbakar

Senin, 2 Maret 2015 | 17:57 WIB
Kebakaran di Desa Banyudono, pada Senin (02/03/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Kebakaran di Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, pada Senin (02/03/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Bangunan rumah dapur milik seorang pensiunan pegawai negeri sipil di Desa Banyudono Kecamatan Kaliori ludes terbakar Senin (2/3/2015) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat kejadian, Sukarman (64), sang empu rumah sedang berada di Surabaya untuk menengok anaknya.

Api diketahui sudah berkobar besar oleh Didik, tetangga korban. Didik mengaku keluar rumah setelah mendengar suara ledakan dari belakang rumahnya atau dari bagian dapur rumah Sukarman.

Yang bersangkutan segera memberi tahu warga yang lain.

Kepala Desa Banyudono Muhammad Toha yang kemudian dikabari, segera mengontak pemadam kebakaran.

“Sembari menunggu regu pemadam datang, kami bersama warga lain berusaha melokalisir api dengan alat seadanya,” katanya.

Dia juga mengaku sudah mengubungi pemilik rumah untuk mengabarkan kebakaran.

Regu pemadam yang kemudian tiba, segera melakukan penanganan.

Warga sempat panik karena jarak rumah Sukarman dengan kediaman lain cukup dekat sehingga rawan merembet.

Namun sekitar pukul 08.00 WIB, api akhirnya berhasil dijinakkan.

Seorang petugas pemadam kebakaran Sarpani mengaku tidak mau berspekulasi tentang suara ledakan yang sempat didengar salah satu warga saat terjadi kebakaran.

“Bisa saja, api berkobar setelah terjadi korsleting yang kemudian membakar atau meledakkan tabung elpiji di dapur,” katanya.

Pihaknya sempat mengerahkan tiga mobil tangki air dan dua unit pemadam kebakaran sebelum berhasil menjinakkan api.

“Sepanjang yang saya tahu, warga memang sempat panik karena rumah korban nyaris berdempetan dengan rumah yang lain,” tandasnya.

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran belum bisa ditaksir secara pasti. Sebab, perabotan di dapur itu tidak diketahui secara jelas, apa saja.

Yang jelas mencapai belasan juta rupiah karena bangunannya saja berukuran 4×8 meter, belum termasuk isinya. Kasus ini ditangani Polsek Kaliori.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan