Ditinggal Empu, Rumah dan Avanza Ludes Terbakar

Saturday, 16 May 2015 | 17:07 WIB
Satu unit mobil jenis Toyota Avanza yang turut terbakar. (Foto: mataairradio.com)

Satu unit mobil jenis Toyota Avanza yang turut terbakar. (Foto: mataairradio.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Kebakaran meludeskan satu unit rumah milik Warman warga Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, Jumat (15/5/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Satu unit mobil jenis Toyota Avanza yang ditaruh di dalam rumah itu pun, turut ludes.

Kepala Desa Sendangasri Amin menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Endang, tetangga belakang rumah korban. Saat kejadian rumah itu tak berpenghuni alias kosong, karena Warman serta istri dan anaknya sedang bertandang ke rumah mertuanya di Dusun Mambung Desa Tasiksono.

Warga yang kemudian mengetahui kebakaran, segera berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Namun si jago merah terus berkobar. Rumah yang terbakar itu adalah yang bagian depan, sedangkan yang bagian belakang, terselamatkan.

“Avanza yang ludes, milik saudara korban yang dititipkan,” ungkap Kades.

Sabtu (16/5/2015) pagi, warga membantu korban untuk membersihkan lokasi sekitar kebakaran. Mereka tidak bisa membantu membersihkan areal rumah dari reruntuhan puing-puing karena polisi memasang garis batas.

Untuk sementara, menurut Kepala Desa, keluarga Warman tinggal di rumah bagian belakang. Warman memiliki tiga orang anak. Sehari-hari korban yang masih cukup muda, tinggal juga bersama ibu mertuanya. Saat kebakaran malam itu, Dasmi, mertua korban juga sedang keluar rumah di tetangga sebelah.

Warga menduga, kebakaran terjadi akibat korsleting. Namun polisi belum dapat memastikannya. Amin mengungkapkan, saat api mulai berkobar, lampu di rumah korban masih menyala.

“Tidak mau berspekulasi (penyebab kebakaran itu korsleting atau sebab lain),” tandasnya.

Sementara itu, dalam kasus kebakaran semalam, api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam kemudian atau persis tengah malam. Petugas pemadam dari Pemkab Rembang Sarpani mengaku menerjunkan satu unit damkar dan tiga unit tangki untuk melokalisir dan memadamkan api.

Warga sempat panik, karena posisi rumah korban berdekatan dengan rumah penduduk lainnya. Untungnya saat itu angin tak bertiup kencang. Informasi dari berbagai sumber, termasuk pihak kepolisian di lokasi kejadian, kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai Rp400 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan