Ditingalkan Pengunjung, Wisata Bukit Congol Tak Lagi Terkelola

Rabu, 16 Januari 2019 | 14:05 WIB

Kondisi Wisata Bukit Congol di Desa Selopuro Kecamatan Lasem yang sepi pengunjungnya, sehingga tidak lagi terkelola. (Foto: jejakpiknik.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Kondisi Objek Wisata Bukit Congol di Desa Selopuro Kecamatan Lasem memprihatinkan, karena sepi pengunjung sejak musim kemaraua tahun 2018 lalu. Bahkan sat sekarang objek wisata itu, tak lagi dikelola oleh pihak pengelolanya.

Tugito, salah satu Perangkat Desa Selopuro-Lasem menjelaskan, meskipun tidak dikelola pihaknya masih memberlakukan tarif bagi setiap warga yang berkunjunng.

Ia mengungkapkan, musim kemarau beberapa bulan yang lalu membuat pengunjung kepanasan, sehingga tidak betah lama-lama berada di sana. Lama-kelamaan akhirnya Wisata Bukit Congol dilupakan oleh pengunjungnya.

“Meski tidak sebanyak seperti awal dulu, sekarang pun masih ada pengunjung, tapi ya pas sore hari saja dan pagi,” ungkapnya saat dihungi mataairradio.com, pada Rabu (16/1/2019) siang.

Tugito mengungkapkan, terdapat kendala dalam upaya inovasi untuk mengembangkan objek wisata di desanya itu, yakni ketersediaan akses air bersih dan jaringan listrik masih belum ada.

“Itu (Tidak adanya jaringan listrik dan air, red.) menjadi masalah bagi pengunjung karena ketika hendak buang hajat tidak tersediani air,” tuturnya.

Beberpa waktu lalu pihaknya mengaku mendapat tawaran bantuan untuk perkembangan objek wisata di desanya. Dari tawaran bantuan tersebut rencananya akan diarahkan untuk pembangunan jaringan listrik dan air.

“Selain itu, Pemkab Rembang juga akan memberikan bantuan berupa pengaspalan jalan akses untuk menuju ke lokasi wisata,” imbuhnya.

Diberitakan Sebelumnya, Riza Rino Lanuady salah satu Warga Desa Jolotundo Kecamatan Lasem mengungkapkan, banyak objek wisata di Lasem yang sepi karena minimnya inovasi.

Ia mencontohkan, seperti di Objek Wisata Bukit Congol di Desa Selopuro dan Taman Kajar di Desa Kajar Kecamatan Lasem yang kondisinya cukup memprihatinkan karena minim inovasi, sehingga sepi pengunjung.

Menurutnya, untuk mengelola tempat wisata dibutuhkan kemauan dan tanggung jawab yang besar, sehingga bisa tetap eksis ditengah persaingan antar objek wisata.

“Selain itu, peran pemerintah juga dibutuhkan bagi pengelola untuk mendukung dan mengembangan potensi di masing-masing objek wisata,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan