Ditanya Politik Uang, Ini Respon Calon Bupati Rembang

Jumat, 4 Desember 2015 | 19:27 WIB
Ilustrasi (Foto: ocekojiro.files.wordpress.com)

Ilustrasi (Foto: ocekojiro.files.wordpress.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga pasangan calon kepala daerah Rembang memberikan tanggapan berbeda soal politik uang yang diyakini masih akan kental terjadi di Pilkada 9 Desember mendatang.

Calon bupati Abdul Hafidz sempat mengatakan “no comment” soal politik uang. Tetapi ketika reporter mataairradio bertanya tentang komitmen dirinya terhadap politik uang, Hafidz menyebut hal itu harus dihindari.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 67 persen masyarakat kita masih mengharapkan uang,” katanya kepada mataairradio.

Ia berharap kepada media agar membantu memahamkan masyarakat soal demokrasi yang sehat. Tetapi Hafidz tidak menyebutkan secara terperinci soal demokrasi sehat yang dimaksudnya.

Calon bupati Hamzah Fatoni mengaku tidak melihat indikasi kental politik uang di pilkada yang tinggal lima hari lagi.

“Saya hanya ingin mengubah arus pikir masyarakat, agar orang tidak sekadar memilih karena uang,” katanya.

Apalagi menurutnya, pilkada tidak sekadar mencari pemenang, tetapi menentukan pemimpin Rembang, setidaknya untuk lima tahun ke depan.

“Kekuasaan yang dibangun atas dasar kapitalisme dan penumpukan modal, akan mendorong syahwat untuk melanggar norma hukum,” ujarnya.

Soal apakah akan menggunakan uang atau tidak untuk menarik partisipasi pemilih, Hamzah tidak menyebutkannya.

Ia hanya menegaskan upaya untuk merubah budaya masyarakat soal memilih hanya karena uang.

Calon wakil bupati pendamping Sunarto, Kuntum Khairu Basa yang dihubungi pada Jumat (4/12/2015) pagi juga sempat menyatakan “no comment” potensi maraknya politik uang di pilkada nanti.

Namun soal komitmen memerangi politik uang, Kuntum hanya menyebut money politic tidak baik.

“Demokrasi saat ini, menunjukkan realita bahwa sebagian masyarakat, seolah menginginkan politik uang,” ujarnya.

Lalu apakah pihaknya akan menggunakan politik uang di pilkada nanti, ia mengatakan hanya berjaga-jaga dan sekadar menyiapkan pengganti rokok.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan