Ditanya Jumlah Formasi CPNS, Kepala BKD: Amplop belum Dibuka Bupati

Rabu, 12 September 2018 | 19:12 WIB

Kepala BKD Rembang Suparmin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 akan digelar pada 19 September mendatang.

Sistem pendaftaran dan seleksi CPNS akan dilaksanakan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh instansi.

Masyarakat di Kabupaten Rembang yang berminat mendaftar dan mengikuti seleksi diminta bersiap.

Sayangnya, jumlah formasi CPNS yang tersedia untuk Kabupaten Rembang, masih belum terungkap, setidaknya hingga Rabu (12/9/2018).

“Sebenarnya saat rapat di Yogyakarta kemarin, amplop yang isinya memuat jumlah formasi CPNS 2018 untuk Rembang, sudah dititipkan. Tapi karena amplop itu belum dibuka oleh Pak Bupati, saya belum bisa sampaikan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang Suparmin saat dihubungi mataairradio.com.

Menurutnya, Bupati Abdul Hafidz sedang dalam perjalanan dari Semarang, sehingga begitu nanti tiba di Rembang, akan amplop akan langsung diserahkan.

“Nanti begitu Pak Bupati sudah membuka isinya dan membaca, saya akan sampaikan (jumlah formasi CPNS 2018). Saya juga belum bisa menyampaikan apakah formasinya lebih banyak dari usulan atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rembang mengusulkan 365 formasi. Ratusan formasi itu terdiri atas 213 tenaga kependidikan atau guru, 138 tenaga kesehatan, dan 14 tenaga teknis fungsional tertentu.

Suparmin menyatakan, selain jumlah formasi, pihaknya juga belum menerima kepastian mengenai titik pelaksanaan tes CPNS 2018.

Proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Hanya saja, apakah ketiga tes baik CAT, SKD, dan SKB digelar dalam satu rangkaian dan berlangsung sehari, pun belum dipastikan.

Pemkab Rembang berharap supaya seluruh proses seleksi mulai CAT, SKD, dan SKB dilaksanakan dalam waktu satu hari. Sebab, dalam hal formasi guru, Suparmin menilai, sertifikasi bisa menunjukkan kompetensi bidang.

“Saat rapat di Yogyakarta, antara BKN dengan BKD se-Jawa Tengah, lokasi tes direncanakan di Kedu, tapi masih belum ada titik temu. Soal pembiayaan, BKD tingkat kabupaten sebatas memberikan kontribusi atau cost sharing,” katanya.

Di tengah belum pastinya sejumlah hal tersebut, masyarakat yang berusia maksimal 35 tahun dan lulusan S-1 (sarjana), diharapkan mempersiapkan diri.

“Pesan saya, ya siap-siap saja, sepanjang memenuhi syarat. Jangan terpancing oknum yang ngomong bisa bantu. Seleksi pakai sistem CAT. Hasilnya bisa langsung diketahui setelah tes,” tegasnya.

Disinggung mengenai peluang honorer kategori dua yang gagal seleksi CPNS beberapa waktu yang lalu, untuk mengikuti seleksi CPNS 2018, Suparmin menambahkan, ada beberapa batasan.

“Sepanjang honorer ini sarjana dan usianya tidak lebih dari 35 tahun, bisa mengikuti seleksi CPNS 2018. Sudah sempat kita hitung kemarin, honorer yang memenuhi syarat ada 22 orang; 20 di antaranya guru,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan