Ditabrak Truk “Nyalip”, Perempuan Tukang Ojek Tewas

Rabu, 6 Mei 2015 | 16:47 WIB
Kendaraan milik kedua korban kecelakaan di Jalan Pantura Purworejo Kaliori, sebelah barat RM Hindun, Rabu (6/5/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Kendaraan milik kedua korban kecelakaan di Jalan Pantura Purworejo Kaliori, sebelah barat RM Hindun, Rabu (6/5/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
KALIORI, mataairradio.com – Seorang perempuan tukang ojek tewas setelah diduga ditabrak truk fuso di Jalan Pantura bilangan Desa Purworejo Kaliori, tepatnya di sebelah barat Rumah Makan Hindun, Rabu (6/5/2015) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, korban tewas bernama Suparmi (50) warga Desa Sekarsari Sumber. Ia awalnya melaju dari arah Kaliori menuju Rembang. Beriringan dengan pesepeda motor RX King atas nama Ngadiyono (41) warga Rowosari Kendal.

Namun dari arah berlawanan, melaju truk fuso H 1868 AF yang dikemudikan Junaidi (40) warga Kemadu Kecamatan Sulang dan menyalip kendaraan di depannya.

“Diduga tak memperhatikan jarak aman dan arah kendaraan dari depan, truk menabrak dua kendaraan itu. Truk fuso itu pun terperosok masuk tambak,” tutur Ismail.

Ismail membenarkan, Suparmi adalah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di Pos Dresi. Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, Suparmi belum sampai mengangkut penumpang pagi itu karena belum lama mangkal.

Suparmi yang sempat dikira berjenis kelamin laki-laki karena berpotongan rambut cepak, meninggal dunia sebelum sempat ditolong tim medis. Sedangkan Ngadiyono, kini dirawat intensif di rumah sakit umum daerah lantaran mengalami luka retak kaki kanan.

“Sopir truk berikut kendaraan yang terlibat kecelakaan, kami amankan di Makolantas Polres Rembang. Kami masih meminta keterangan dari sopir, tetapi hampir pasti ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, kecelakaan terjadi murni karena kecerobohan pengemudi truk fuso,” tegasnya.

Kepala Desa Sekarsari Triono Andi Asmoro tampak datang secara langsung ke kamar mayat RSUD dr R Soetrasno. Dia datang untuk memastikan apakah yang meninggal karena kecelakaan itu benar Suparmi, warganya.

Menurut Andi, Suparmi tidak memiliki anak kandung, tetapi memiliki anak angkat. Suparmi terakhir diketahui tidak bersuami. Jenazahnya dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Rabu (6/5/2015) sore.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan