Disdik Tunggu Surat Resmi Penerapan Kembali Kurikulum 2006

Senin, 14 Desember 2015 | 17:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Rembang menyatakan masih menunggu surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyangkut penerapan kembali Kurikulum 2006 di seluruh sekolah.

Kepala Bidang Kurikulum pada Dinas Pendidikan Rembang Mutaqin, Senin (14/12/2015) pagi mengatakan, tanpa surat resmi, sosialisasi perubahan ke setiap sekolah, belum bisa dilakukan.

“Tapi prinsipnya, kami siap mengawal dan melaksanakan keputusan Pemerintah,” katanya.

Menurut Mutaqin, sekolah yang selama ini menerapkan Kurikulum 2013, akan terdampak jika harus kembali menerapkan Kurikulum 2006.

Siswa di sekolah yang bersangkutan, setidaknya akan menjadi bingung. Guru pun akan menjadi menyesuaikan lagi.

“Kalau dampak tetap ada. Kami akan sikapi bijak, agar anak dan sekolah tidak kebingungan,” terangnya.

Agar dampak itu tidak berkembang, menurut ia, pihaknya akan melakukan pendekatan ke sekolah.

Ia berharap agar sekolah tidak kesulitan, kalau saja penerapan Kurikulum 2006, benar berlaku di seluruh tingkat satuan pendidikan, mulai semester genap nanti.

Di Rembang, ada 11 sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013. Sekolah itu terdiri atas 2 SD, 6 SMP, 2 SMA, dan 1 SMK. 11 sekolah itu tercatat sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 5 semester.

Kepala SMP Negeri 2 Rembang Lilik Murdiatno mengatakan, sekolahnya menjalankan Kurikulum 2013 sudah secara normal. Para siswa dan gurunya sudah mampu menyesuaikan secara baik.

“Jika kemudian diminta kembali menerapkan Kurikulum 2006, kami menanti petunjuk dari Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan