Disdik Rembang Klaim Beberapa Sekolah Masih Ingin Terapkan Kurtilas

Jumat, 12 Desember 2014 | 18:19 WIB
kurikulum 2013

Ilustrasi (Foto:desain ulang mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang mengklaim ada beberapa sekolah yang masih ingin menerapkan Kurikulum 2013 atau Kurtilas, meskipun Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Rasyid Baswedan telah menyatakan menghentikannya sementara.

Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi menyebut ada bayangan sekolah-sekolah yang siap melanjutkan penerapan Kurtilas, meski tidak sebagai sekolah percontohan karena baru menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester.

“Namun kami belum bisa memastikan sekolah-sekolah itu,” ungkap Noor Effendi kepada mataairradio.com, Jumat (12/12/2014).

Pihaknya merasa perlu mendapatkan kepastian hukum untuk mewadahi sekolah yang baru satu semester menerapkan Kurtilas, tetapi ingin kembali untuk menerapkannya di semester depan.

“Apalagi, sejumlah sekolah berpikir, penghentian Kurtilas hanya untuk sementara dan bisa saja berlanjut tahun depan,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, untuk melakukan langkah-langkah formal terkait penghentian sementara Kurikulum 2013 mulai semester depan.

Noor Effendi menegaskan, pihaknya belum menerima surat resmi, meski sudah sempat mengetahuinya dari berita dan unggahan di jejaring sosial.

“Sekolah kami minta untuk melakukan tahapan pembelajaran sebagaimana petunjuk Kurikulum 2013, hingga terbitnya aturan yang bersifat tetap,” ujarnya.

Mengenai buku pegangan siswa yang terlanjur diorder oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang melalui sekolah-sekolah yang nilainya mencapai Rp1,4 miliar hanya untuk SD-SMP untuk semester genap, pihak Dinas Pendidikan nantinya akan menitipkannya di perpustakaan setiap sekolah.

Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Dinas Pendidikan Rembang Susanto membenarkan, pihaknya telah meneken kontrak di atas materai untuk order buku siswa SD-SMP untuk semester dua, sejak bulan Oktober 2014. “Nilainya memang mencapai Rp1,4 miliar,” tegasnya.

Menurut rencana, Desember ini buku-buku siswa akan mulai disalurkan oleh penyedia, kemudian digunakan di masing-masing sekolah pada Januari 2015. Soal sumber dana, Susanto menyebutnya dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pihaknya berharap pencetakan buku bisa dianulir, agar tak sia-sia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan