Disdik Bantah Tudingan Komisi D DPRD Rembang

Senin, 10 Agustus 2015 | 17:47 WIB
Henry Purwoko, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

Henry Purwoko, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Rembang membantah tudingan dari Ketua Komisi D DPRD setempat yang menyebut adanya ketakutan, sehingga pihaknya tidak kunjung menyerap jatah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk empat sekolah di kabupaten ini.

Kepala Bidang Kurikulum pada Disdik Rembang Mutakin, Senin (10/8/2015) pagi mengatakan, tudingan semacam itu boleh-boleh saja, tetapi penyerapan anggaran yang belum dilakukan, lebih karena kehati-hatian dan belum tuntasnya verifikasi berkas di level provinsi.

Dia menjelaskan, verifikasi dilakukan oleh tiga instansi, yaitu Biro Pembangunan Daerah, Bappeda, dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Menurutnya, hasil verifikasi menunjukkan adanya revisi. Tetapi revisi itu belum direspon oleh Disdik Rembang karena sibuk menyiapkan sejumlah lomba pendidikan.

“Kegiatan lomba luar biasa sibuknya. Lomba itu nggak bisa ditunda. Penyelesaian verifikasi masih belum. Pencairan masih (menunggu) verifikasi di tingkat provinsi. Kalau ketakutan, prinsip kehati-hatian yang kita lakukan,” terangnya.

Mutakin menyatakan tidak bisa memastikan kapan pencairan jatah bantuan senilai total Rp205 juta untuk empat sekolah di empat kecamatan ini. Pihaknya hanya berjanji merespon revisi berkas seusai penyiapan lomba-lomba yang akan digelar dalam waktu dekat.

Ketika disodori waktu mungkinkah September, dia pun tidak berani membuat ancar-ancar karena pencairan tergantung hasil verifikasi dari pihak provinsi. Mutakin hanya berjanji, penyerapan anggaran dari bantuan keuangan provinsi itu sudah akan dilakukan sebelum tahun anggaran ini berakhir.

Pihaknya juga memastikan, informasi yang menyebut bahwa anggaran itu sudah dicairkan dan posisinya saat ini sudah di dinas pendidikan kabupaten, tidak benar. Dia meyakinkan, rencana anggaran dan biaya atau proposal pencairan dana bantuan itu, masih ada bagian yang mesti direvisi.

“Setelah lomba, baru kita melanjutkan proses penyelesaian verifikasi. Sebelum habis tahun anggaran, kami upayakan selesai (terserap, red.),” tegasnya.

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko sebelumnya menuding keengganan disdik setempat dalam mencairkan jatah dana bantuan dari provinsi karena takut oleh bayang-bayang beberapa pejabat di daerah ini yang tersandung kasus korupsi.

Komisi D menganggap ketakutan itu berlebihan. Apalagi sebelum dialokasikan oleh provinsi, dinas pendidikan sendiri yang mengajukan bantuan itu dengan acc atau persetujuan bupati.

“Jika tidak dicairkan, kami khawatir akan menjadi preseden buruk, karena Rembang dianggap tak mau mencairkan,” ujarnya.

Disebutkannya, empat sekolah itu adalah SMA Negeri 1 Sumber berupa bantuan pengadaan alat laboratorium IPA senilai Rp75 juta, pengadaan komputer SMA Negeri 1 Kragan dan SMK 1 Gunem masing-masing senilai Rp40 juta, dan pengadaan alat bengkel praktek di SMK N 1 Sedan sebesar Rp50 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan