Disbudpar Komentari Kekurangan Objek Wisata Pantai Karangjahe

Friday, 13 January 2017 | 16:01 WIB

Pengunjung Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang tampak membeludak pada Ahad, 1 Januari 2017. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rembang memberikan sejumlah komentar saat berkunjung ke Objek Wisata Pantai Karangjahe, Jumat (13/1/2017).

Komentar menyangkut kekurangan fasilitas di objek wisata yang berlokasi di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang. Kunjungan Disbudpar ini terkait dengan upaya peningkatan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Rembang Winaryu Kutsiyah mengatakan, sorotan terhadap Karangjahe antara lain terkait pengelolaan sampah, MCK, parkir, souvenir, dan kuliner berbasis ikan.

“Sampah yang timbul akibat aktivitas wisatawan di Pantai Karangjahe masih belum dikelola secara baik. Banyak sampah berceceran di belakang warung dan mengundang citra buruk. Tempat sampah yang tersedia masih kurang,” katanya.

Pihak Disbudpar akan segera mengupayakan bantuan atau penempatan kontainer sampah di kawasan objek wisata tersebut. Rencana, tempat sampah itu akan ditempatkan di sisi timur, 100 meter dari pintu masuk objek wisata.

“Kemudian soal fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus), juga kurang, meskipun dari pihak pengelola telah melakukan penambahan. Ketersediaan MCK tidak sebanding dengan jumlah pengunjung Karangjahe yang seribuan tiap harinya,” imbuhnya.

Mengenai tempat parkir, pihak Disbudpar menyarankan agar pihak pengelola menempatkannya secara jauh dari lokasi pantai alias tak seperti saat ini yang terlalu dekat. Lokasi parkir yang sekarang bisa dipakai sebagai arena outbond.

“Souvenir berupa kaos atau gantungan kunci yang mengusung ikon Pantai Karangjahe, juga masih belum digarap. Kalau pun ada, masih belum maksimal. Itu oleh-oleh murah yang bisa dibagi-bagikan wisatawan saat kembali ke rumah,” katanya.

Winaryu juga mengatakan, kuliner berbasis ikan yang dimasak dengan dibakar, pun perlu disentuh konsep lain. Jika saja ada warung yang siap dengan ikan segar dan memungkinkan wisatawan memasaknya sendiri, tetapi bumbu dari pihak warung, menurutnya akan menarik.

“Kami siap melakukan pendampingan terhadap pengelolaan wisata Karangjahe, mengingat objek wisata ini merupakan magnet bagi wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Rembang. Kami sudah sampaikan (komentar) ini kepada pengelola dan pihak desa,” tambahnya.

Sekretaris Pengelola Pantai Karangjahe, Ubaidillah mengapresiasi langkah Kepala Disbudpar Dwi Purwanto dan jajarannya yang segera terjun ke lapangan, meskipun terbilang sebagai orang baru di bidang pariwisata.

“Eevaluasi dari Dinas Pariwisata memang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dan menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola KJB. Kami jadi tahu apa kekurangan dan kelebihan kita. Kami berharap Pemkab serius mendampingi pengelolaan Karangjahe,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan