Disapa Mantan Sekda oleh Hafidz, Hamzah: Saya Pernah Plt Bupati

Senin, 2 November 2015 | 17:05 WIB
Debat kandidat kepala daerah Rembang yang digelar KPU setempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang, Senin (2/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Debat kandidat kepala daerah Rembang yang digelar KPU setempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang, Senin (2/11/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Calon Bupati Rembang Abdul Hafidz menyapa Hamzah Fatoni sebagai sekda dan meralatnya menjadi mantan sekda, pada awal segmen keempat debat kandidat yang digelar KPU setempat di gedung DPRD, Senin (2/11/2015) pagi.

Sapaan itu disertai dengan gestur bercanda, namun tampak kaku. Hafidz lalu bertanya tentang misi Hamzah yang menyatakan siap hadir 24 jam dan 7 hari seminggu untuk rakyat.

Ia mempertanyakannya karena dalam seminggu ada hari libur dan pelayanan publik hanya lima hari kerja.

“Pak Sekda eh Pak Mantan Sekda, yang saya tanyakan paslon 1, tadi disampaikan bahwa akan hadir 24 jam dan 7 hari seminggu. Ini apakah karena syahwat ingin jadi bupati atau apa saya nggak tahu. Tapi apakah mungkin itu, karena dalam pelayanan ini ada libur apalagi 5 hari kerja,” ujarnya.

Calon bupati Hamzah Fatoni yang diberikan kesempatan oleh moderator untuk menanggapi pertanyaan Abdul Hafidz mengingatkan bahwa dirinya sama dengan Hafidz dalam hal pernah menjadi pelaksana tugas (Plt) Bupati.

Bedanya, Hafidz menjadi Plt selama 3 bulan 14 hari, sementara Hamzah hanya sekitar 7 hari.

Setelah meluruskan sapaan Hafidz, Hamzah pun segera menjelaskan makna hadir 24 jam dan 7 hari seminggu untuk rakyat, yang artinya Bupati harus selalu “on call” atau siap sedia 24 jam melayani rakyat.

“Paslon urut nomor 3, kita sama-sama Pak. Saya terakhir juga Plt Bupati. Jadi artinya 24 jam 7 hari, artinya bahwa bupati dan wakil bupati harus on call. Itu artinya itu Pak. Tidak boleh bupati pergi tanpa pesan. Bupati harus kontrol seluruh aspek masyarakat dalam waktu 24 jam 7 hari,” katanya.

Segmen keempat merupakan sesi pertanyaan dari salah satu pasangan calon kepada dua pasangan calon yang lain.

Debat kandidat dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama; penyampaian visi misi, kemudian ditajamkan di segmen kedua.

Di segmen ketiga, moderator meminta tanggapan tiap kandidat soal komitmen pada pendidikan keagamaan dan dilanjutkan dengan pertanyaan antarkandidat di segmen berikutnya.

Di segmen kelima, antarkandidat saling tanya dan menanggapi, sebelum ditutup dengan pernyataan terakhir.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan