Dipertanyakan, Lampu Sorot Alun-alun Mati Satu Titik

Senin, 8 Juni 2015 | 18:08 WIB
Lampu sorot atau high mast di pojok barat daya Alun-alun Rembang mati, setidaknya dalam dua hari belakangan. (Foto: Pujianto)

Lampu sorot atau high mast di pojok barat daya Alun-alun Rembang mati, setidaknya dalam dua hari belakangan. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Satu titik high mast atau lampu sorot di pojok barat daya Alun-alun Rembang diketahui mati, setidaknya sejak dua malam belakangan.

Senin (8/6/2015) ini, belum ada tanda-tanda perbaikan dilakukan, sehingga mengundang pertanyaan masyarakat.

Meski tak banyak mengganggu penerangan wajah kota itu, tetapi padamnya lampu sorot, langsung dikaitkan dengan mutu proyek penataan alun-alun yang diduga kurang baik.

Anggota Komisi C DPRD Rembang Mohammad Imron mengaku baru tahu kalau ada salah satu high mast alun-alun yang mati.

“Begitu mendapatkan informasi ini, kami akan langsung memanggil pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, agar dilakukan perbaikan,” kata dia kepada mataairradio.

Ini diperlukan agar tidak muncul kesan pembiaran. Apalagi saat ini, proyek alun-alun masih dalam masa pemeliharaan.

Untuk diketahui, ada empat titik high mast atau lampu sorot yang dipasang di Alun-alun Rembang. Masing-masing dipasang di tiap sudut.

Pemasangan high mast masuk dalam satu paket penataan tahap akhir alun-alun, yang menelan dana Rp3,5 miliar.

Imron juga mengakui, selain persoalan lampu yang mati, ada beberapa kenyataan yang harus dikonfirmasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum.

“Di antaranya, tentang permukaan lantai alun-alun yang justru menimbulkan genangan air di sejumlah titik,” terangnya.

Menurutnya, jika genangan itu tidak teratasi, maka ketika musim hujan tiba, akan mengundang kerawanan bagi pengunjung. Misalnya anak-anak bisa rentan terpeleset akibat lantai yang licin.

“Kami berharap bisa mendapat penjelasan dari DPU, sekaligus tindak lanjut perbaikannya,” harapnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penataan Alun-alun Rembang Sigit Widyaksono yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku tahu kalau lampu sorot di pojok barat daya alun-alun padam.

“Ada kesalahan pengaturan waktu, sehingga lampu itu justru mati pada malam hari,” katanya.

Dijelaskannya, lampu sorot itu mestinya di-“setting” menyala mulai petang hingga menjelang pagi, tetapi yang terjadi justru menyala pada siang hari.

“Dalam satu atau dua hari ini, akan kembali normal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan