Dipersoalkan, Pungutan Proses Pengajuan Kenaikan Pangkat Guru Dikembalikan

Kamis, 23 Juni 2016 | 16:49 WIB
Ilustrasi. (Foto: thepresidentpostindonesia.com)

Ilustrasi. (Foto: thepresidentpostindonesia.com)

 

SALE, mataairradio.com  Uang pungutan sebesar Rp600.000 yang sedianya akan dipakai untuk keperluan proses pemberkasan penetapan angka kredit (PAK) guna pengajuan kenaikan pangkat tahunan sejumlah guru sekolah dasar di Kecamatan Sale, akhirnya dikembalikan.

Hal itu setelah pungutan sebesar tersebut dipersoalkan oleh sebagian guru karena dianggap memberatkan, sehingga akhirnya dikembalikan ke yang sudah menyetorkan kepada kepala sekolah masing-masing, Rabu (22/6/2016) malam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Sale Naji mengatakan, begitu mendengar adanya pungutan Rp600.000 untuk kepentingan proses penetapan angka kredit (APK) guru yang hendak mengajukan kenaikan pangkat tahunan, langsung menggelar pertemuan.

Hasilnya, diputuskan bahwa pungutan yang sudah terlanjur disetorkan kepada kepala sekolah wajib dikembalikan ke masing-masing guru, paling lambat Kamis (23/6/2016) pagi tadi.

“Rabu (22/6/2016) malam, semua kepala sekolah saya kumpulkan untuk menjelaskan soal uang Rp600.000 dari pengaju PAK. Uang itu rencananya untuk keperluan pengumpulan berkas PAK guna proses kenaikan pangkat tahunan. Karena ada persoalan, saya minta dikembalikan,” terangnya.

Menurut Naji dari informasi yang diterimanya, keputusan menyerahkan uang Rp600.000 untuk proses PAK didasarkan pada rapat semua kepala sekolah yang digelar di SD Negeri 1 Sale dan keputusannya sudah disosialisasikan kepada para guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat.

“Di Kecamatan Sale ada sekitar 130 guru pengaju PAK tahunan. Sampai saat ini yang bayar belum sampai 50 persen karena sebagian menunggu gaji ke-13,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kebijakan membayar Rp600.000 itu diberlakukan bagi guru di semua SD. Hanya saja, nantinya ada rincian penggunaan biaya tersebut dan apabila masih terdapat sisa, akan dikembalikan kepada guru yang bersangkutan.

Sebelumnya, seorang guru yang enggan diungkap namanya membeberkan, permintaan uang Rp600.000 dilakukan melalui layanan pesan singkat atau SMS kepada masing-masing guru.

Isinya berisi imbauan agar uang untuk pengurusan penetapan angka kredit atau PAK tahunan guna proses kenaikan pangkat sebesar Rp600 ribu diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah paling lambat Rabu (15/6/2016) lalu.

Kepala SD Negeri 1 Sale, Zainudin kepada wartawan mengakui masing-masing guru pengaju PAK tahunan di sekolahnya mengeluarkan biaya Rp600 ribu, yang akan digunakan untuk keperluan penyiapan berkas.

“Tapi uang sebanyak itu bisa sisa dan kalau sisa akan kita kembalikan. Pengeluaran biaya itu otoritas sekolah. Waktu untuk mempersiapkan berkas PAK pendek, sehingga harus dikerjakan secara instan. Uang itu untuk fotokopi, lembur, dan pengetikan,” bebernya.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Widhi Sanyoto mengatakan tidak ada kewajiban bagi guru yang mengajukan PAK kenaikan pangkat membayar uang atau biaya administrasi.

“Proses PAK tidak dipungut biaya. Sebab kenaikan pangkat merupakan hak guru yang memenuhi syarat, antara lain memenuhi jumlah angka kredit tertentu. Tapi terima kasih, informasi ini akan kami jadikan bahan rapat saat pertemuan paguyuban Kepala UPT pada Kamis (23/6/2016) ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para guru yang kini sedang menyiapkan berkas penetapan angka kredit adalah untuk kenaikan pangkat tahunan pada tahun depan atau 2017, sedangkan tenggat waktu masuknya berkas PAK ke Dinas Pendidikan adalah 1 Juli mendatang.

“Kalau untuk kenaikan pangkat Oktober mendatang, berkasnya sudah kita ajukan pada 2 Juni lalu. Ada 17 guru TK/SD yang kita ajukan proses guna kenaikan pangkatnya. Kalau untuk kenaikan pangkat April 2016, ada 255 guru yang mayoritas juga dari TK/SD,” sebutnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan