Dinkes Imbau Lansia di Rembang Tunda Umroh

Minggu, 11 Mei 2014 | 18:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii. (Foto:rri.co.id)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii. (Foto:rri.co.id)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengimbau warga lanjut usia atau lansia di atas umur 65 tahun dan anak-anak di bawah 12 tahun, agar menunda umroh. Imbauan ini berkaitan dengan virus MERS yang kini merebak di Arab Saudi.

Jumat (9/5) malam kemarin, seorang warga di Kecamatan Sluke meninggal dunia dicurigai terinfeksi MERS saat menjalani umroh. Yang bersangkutan pulang dari Arab Saudi, Selasa 6 Mei dan dirawat di rumah sakit akibat demam tinggi dan infeksi paru-paru pada Jumatnya.

Selain lansia dan anak-anak di bawah 12 tahun, wanita hamil pun diharapkan agar tidak menunaikan umroh dulu, setidaknya pada tahun ini. Demikian pula dengan mereka yang telah memiliki penyakit penyerta, agar menunda dulu ke Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengatakan, mereka yang dalam keadaan sehat dan berada di usia produktif masih diperkenankan berangkat umroh. Namun mereka tetap diimbau agar menjaga kebersihan, mengenakan masker, dan menghindari kontak dengan unta selama di Arab Saudi.

Menurut Ali, imbauan mengenai MERS belum akan dilakukan secara resmi via surat ke setiap agen travel umroh di Kabupaten Rembang. Dia mengaku perlu memantau dulu instruksi lebih lanjut dari pihak Kementerian Kesehatan.

Sejauh ini surat edaran dari Kementerian Kesehatan yang berisi anjuran penyebarluasan imbauan mengenai kewaspadaan MERS, belum diterima oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten.

Ali kembali membeberkan, gejala awal mereka yang terinfeksi MERS adalah mengalami demam kemudian batuk dan diikuti sesak nafas yang berlanjut pada infeksi saluran pernafasan dan sesak seperti pada radang paru-paru. Pada MERS juga diikuti ganguan ginjal dan bisa berujung pada kematian penderita.

Pemerintah Arab Saudi baru saja mengumumkan lima orang dinyatakan telah meninggal serta 14 kasus baru telah teridentifikasi di tengah upaya negara dalam memberantas virus MERS. Sejak September 2012, sudah 463 orang terinfeksi dan 126 meninggal akibat MERS di Arab Saudi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan