Dinkes Jelaskan Surat Edaran BPOM Terkait SKM

Sabtu, 7 Juli 2018 | 23:35 WIB

Sumber Foto : tribunnews.com

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Rembang menjelaskan tentang surat edaran yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kandungan susu kental manis (SKM).

Kepala Seksi Farmasi pada Dinkes Rembang Susi Hariyanti membenarkan adanya surat edaran dari BPOM terkait kandungan SKM.

Ia mengatakan, menurut surat edaran tersebut produk SKM memang ada kandungan susunya, baik itu susu segar maupun susu bubuk.

Namun porsi kandungan susu pada produk susu kental manis sangat sedikit, sehingga produk tersebut tidak bisa dikatakan sebagai produk susu.

Menurutnya, BPOM tidak melarang peredaran produk SKM, namun yang dipermasalahkan adalah penggunaan  produk tersebut.

“Saat ini banyak masyarakat yang beranggapan bahwa SKM merupakan produk susu yang baik untuk dikonsumsi rutin sebagai minuman sehat.

Padahal sebenarnya tidak. Karena kandungan gula pada produk tersebut sangat tinggi, sehingga tidak tepat untuk dikonsumsi secara rutin terlebih pada anak-anak,” ujarnya.

Susi menyarankan, sebaiknya penggunakan produk SKM hanya digunakan sebagai pelengkap makanan. Seperti es krim, pisang bakar, atau yang lainnya.

“Masyarakat harusnya membaca label pada setiap produk susu kental manis sebelum menggukannya,” terangnya, Sabtu (7/7/2018).

Dalam surat edaran yang dikeluarkan BPOM terkait kandungan produk SKM disebutkan, kadar lemak susu tidak kurang dari delapan persen dan kadar protein tidak kurang 6,5 persen, sehingga SKM tidak dapat menggantikan produk susu.

Selain itu, BPOM meminta masyarakat supaya bijak dalam mengkonsumsi SKM dan memperhatikan nilai gizi, khususnya kandungan gula, garam, dan lemak agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan