Dinkes Beri Penjelasan Soal Kandungan Air Rebusan Pembalut

Sabtu, 10 November 2018 | 15:36 WIB

Ilustrasi (Foto: swachhindia.ndtv.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang bergerak cepat terkait sejumlah pemberitaan adanya sekelompok anak jalanan yang mengkonsumsi air rebusan pembalut wanita.

Kepala Seksi Farmasi pada Dinkes Rembang Susi Hariyati mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian ternyata belum ditemukan kejadian, walaupun pemberitaan fenomena tersebut sudah ramai di media sosial.

Menurutnya, informasi bahwa Rembang termasuk salah satu kabupaten yang diindikasi ada kelompok pengguna air rebusan pembalut untuk mabuk berasal dari badan narkotika nasional (BNN) Jawa Tengah, dan pihaknya saat ini mencoba meminta informasi ke BNN Jateng.

Selama ini, Dinas Kesehatan selalu memberi penyuluhan tentang bahaya Narkoba khususnya pada anak-anak, seperti penyuluhan di beberapa sekolah dan komunitas.

“Kita masih koordinasi dengan pihak kepolisian Mas, apakah benar-benar ada kejadian di Rembang,” ungkapnya.

Susi menyatakan bahwa kandungan yang ada dalam pembalut wanita salah satunya mengandung zat klorin, yang fungsinya dalam pembalut adalah sebagai pembersih mikroba dan juga kuman.

Adapun efek samping jika di konsumsi dan masuk pada tubuh manusia, Dinas Kesehatan belum mengecek sejauh mana tingkat bahayanya. Dalam waktu dekat akan segera di tes di laboratorium apakah efeknya juga bisa membuat mabuk.

“Kalau klorin itu buat pembersih, secepatnya akan kita cek apakah ada efek sampingnya,” tegasnya.

Dalam dua hari terakhir, di media sosial ramai diperbincangkan bahwa Rembang termasuk salah satu kabupaten yang menjadi sorotan karena adanya sekelompok anak jalanan yang menggunakan air rebusan pebalut sebagai pengganti Narkoba.

Hal tersebut ditengarai karena harga Narkoba yang cukup mahal serta sulit untuk memperolehnya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan