Dinkes Benarkan Informasi Penarikan Obat Herbal Oleh BPOM

Jumat, 21 Desember 2018 | 20:52 WIB

Siaran Pers oleh BPOM Pusat, terkait penarikan produk obat herbal dan kosmetik yang mengandung bahan terlarang dab berbahaya dari pasaran. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang membenarkan informasi terkait penarikan sejumlah obat herbal yang beredar di masyarakat oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat.

Kepala Seksi (Kasi) Farmasi pada Dinas Kesehatan setempat Susi Hariyanti menyatakan informasi tersebut ia terima setelah mempertanyakannya kepada BPOM Jawa Tengah.

“Ya Mas, setelah saya tanyakan Kamis (20/12/2018) kemarin, dibenarkan oleh BPOM Jawa Tengah, ” ungkapnya.

Konfirmasi tersebut dilakukan Susi setelah banyak pertanyaan yang masuk dari masyarakat, Iapun sebelumnya sudah mengetahui adanya release penarikan obat herbal tersebut oleh BPOM Pusat dari media.

BPOM Pusat dalam rilisannya tertanggal 14 November 2018, menyatakan menarik ratusan produk kosmetik ilegal dan obat herbal yang dianggap mengandung bahan yang dilarang dan berbahaya.

Dalam keterangan itu, dalam kurun waktu hampir setahun ini, BPOM pusat menemukan produk kosmetik yang mengandung bahan terlarang dan berbahaya, senilai Rp112 miliar beredar di pasaran.

Selain itu, BPOM Pusat juga menemukan obat herbal dengan kandungan bahan terlarang dan berbahaya yang beredar dipasaran, senilai Rp 22,13 miliar.

Temuan ini merupakan hasil pengawasan yang dilakukan oleh BPOM pusat terhadap produk yang beredar di pasaran secara rutin, melalui operasi penertiban ke sarana produksi, sarana distribusi, atau retail.

Masih dari keterangan pers tersebut, temuan kosmetik itu didominasi oleh produk kosmetik yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan asam retinoat.

Dalam waktu dekat, pihak Dinkes Rembang juga akan sosialisasikan informasi tersebut bersamaan dengan penyuluhan yang dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Rembang.

“Kan tidak semua masyarakat membaca berita, jadi tetap kita sosialisasikan informasi ini Mas,” Ungkapnya.

Tidak lupa Susi selalu mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan selalu mengecek label ketika membeli barang baik itu kandungan maupun masa kadaluarsanya.

“Masyarakat kita harapkan berhati-hati supaya kesehatan selalu dijaga, kan lebih baik menjaga daripada mengobati Mas,” Pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan