Dinas Pertanian Pesimistis Lobi Sadana Soal Tembakau Ditolak

Selasa, 12 Agustus 2014 | 16:02 WIB
Belasan bal tembakau yang ditolak PT Sadana Arif Nusa lantaran berkualitas jelek. (Foto:Pujianto)

Belasan bal tembakau yang ditolak PT Sadana Arif Nusa lantaran berkualitas jelek. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang pesimistis terhadap lobi yang mungkin ditempuh terkait tembakau petani yang ditolak perusahaan mitra mereka, PT Sadana Arif Nusa, karena berkualitas jelek. Sebab mestinya daun bawah tembakau memang tidak dirajang.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menyebutkan, daun bawah atau sebelum daun ke delapan, mestinya dibiarkan saja dalam bentuk lembaran atau dikrosok. Tembakau krosok masih bisa dibeli oleh Sadana dengan harga antara Rp6.000-Rp9.000 per kilogram.

Jika memaksa merajangnya, sebagaimana kesepakatan awal, maka tembakau tidak akan dibeli. Selain itu, petani juga diminta menjaga agar tembakau tidak tercampur dengan material yang tidak terkait, seperti plastik. Namun secara umum, kualitas tembakau petani di tahun ini lumayan meningkat.

Disinggung apakah petani mesti menjual saja tembakau daun bawah yang kadung dirajang ke perusahaan lain, Suratmin berpendapat, petani bisa memilih untuk menyimpannya lebih dulu, sembari menunggu adanya kemungkinan kebijakan baru dari Sadana. Namun jika ada yang berminat, bisa saja dijual ke pihak lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada ratusan kilogram tembakau petani yang ditolak karena berkualitas rendah akibat daun bawah yang nekat dirajang. Di gudang pembelian tembakau, ada belasan bal tembakau yang terpaksa dibawa pulang kembali oleh petani. Umumnya, mereka menggerutu meski sadar diri kalau salah.

Suratmin menambahkan, jika pun Sadana berubah pikiran soal tembakau yang ditolak, pembeliannya baru akan dilakukan belakangan atau sekitar bulan Oktober mendatang. Namun dia tidak cukup yakin terhadap keberhasilan lobi tersebut.

Hampir semua petani yang tembakaunya ditolak berharap kepada perusahaan mitra, agar tetap membelinya meski dengan harga murah. Mereka berdalih akan rugi jika tembakau tersebut benar-benar tidak terbeli.

Sementara itu, Selasa (12/8) pagi, pembelian tembakau oleh Sadana di gudang mereka, di bilangan Desa Landoh Kecamatan Sulang, semakin ramai. Para petani masih menikmati harga dari tembakau kualitas biasa atau F, rata-rata Rp20.000 per kilogram. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan