Dinas Perhubungan Rembang Izinkan Kenaikan Tarif Rp1.000

Kamis, 20 November 2014 | 15:43 WIB
Angkutan umum di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Angkutan umum di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang mengizinkan kenaikan tarif angkutan dalam lingkup wilayah kabupaten ini hanya sebesar Rp1.000.

Menurut Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono, kenaikan tarif angkutan umum sebesar rata-rata Rp1.000 masih dalam batas wajar. Pihaknya sudah dari hari pertama pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, melakukan pengecekan tarif angkutan.

“Dari hasil pengecekan kami, tarif angkutan rata-rata naik Rp1.000. Itu masih dalam batas wajar dan kami izinkan,” ungkap Suyono yang dihubungi oleh mataairradio.com pada Kamis (20/11/2014) siang.

Pihaknya juga menyarankan kepada pengusaha angkutan agar menyesuaikan kebutuhan operasional seiring kenaikan Rp2.000 per liter untuk premium dan solar, masing-masing menjadi Rp8.500 dan Rp7.500 per liter.

“Saya sarankan kepada pengusaha angkutan untuk menaikkan tarif sebagai penyesuaian operasional. Namun harus dalam batas kewajaran sambil menanti aturan baku dari Menteri Perhubungan,” katanya.

Suyono menegaskan, belum ada kisi-kisi aturan penaikan tarif yang diluncurkan Pemerintah Pusat melalui Menteri Perhubungan. Namun dia menyebutkan telah ada “warning” dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah mengenai kenaikan tarif angkutan dalam batas wajar.

“Kami menghitung sendiri sesuai dengan kewenangan kabupaten yakni terhadap angkutan perkotaan dan angkutan perdesaan. Kalau Rp1.000, saya yakin tidak memberatkan pengusaha angkutan maupun masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya belum akan melakukan razia di lapangan untuk memastikan tidak adanya awak angkutan yang menaikkan tarif secara sembarangan. Namun dia menyebut akan melakukan penertiban apabila masyarakat merasa dirugikan.

“Kalau berlebihan penaikan tarifnya, saya akan lakukan operasi. Yang menaikkan secara sembarangan akan kami adakan penindakan. Kami terima kasih ke pengusaha angkutan yang mau patuh pada kebijakan ini,” imbuhnya.

Mengenai ancaman mogok dari Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) sebagai penyikapan kenaikan harga BBM bersubsidi, Suyono menyatakan belum mendapat kabar dari pihak Organda Rembang.

“Kabar mogok belum ada. Semoga tidak ada mogok dan nggak usah mogok lah. Dirembug saja baik-baik,” pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan di wilayah timur Rembang, kenaikan tarif angkutan sebesar Rp1.000 berlaku terhadap para siswa yang menggunakan angkutan perdesaan seperti pada ruas Pandangan-Sedan serta mereka yang menjadi pelanggan atau pelaju.

Selain itu, sejumlah awak angkutan ada yang sampai mengutip kenaikan tarif Rp2.000 kepada sejumlah penumpangnya. Beberapa sopir berdalih untuk mengejar setoran karena tingkat penumpang berangsur sepi, akhir-akhir ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

promo-iklan-mataairradio.com

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan