Dinas Pendidikan Rembang Putus Kontrak Buku Ajar Kurtilas

Senin, 15 Desember 2014 | 15:44 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan Rembang putus kontrak dengan pihak penyedia buku ajar Kurikulum 2013 atau Kurtilas untuk siswa di tingkat SMA/SMK. Instansi ini pun menjadi tidak perlu membayar 50 persen dari nilai kontrak buku SMA/SMK, yang mencapai setengah miliar rupiah.

Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Dinas Pendidikan Rembang Susanto menjelaskan, buku untuk SMA/SMK semestinya sudah harus selesai tercetak 10 Desember kemarin.

“Namun saat kami mengecek progres pencetakan buku pada 8 Desember lalu, baru beberapa buku yang tercetak,” ungkapnya.

Sesuai kontrak, jika sampai 10 Desember, buku belum genap tercetak 50 persen, kontrak akan terputus dengan sendirinya. Namun, nasib yang sama tidak terjadi pada buku SD/SMP.

“Kalau yang buku SD/SMP sudah mulai dikirim oleh pihak penyedia pada Senin (15/12/2014) ini,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Rembang menggandeng PT Pura Barutama Kudus untuk penyediaan buku SD, PT Mascom Grafi Semarang untuk buku SMP, dan Aridas Karya Satria Purwokerto untuk penyediaan buku SMA/SMK.

Susanto menyebutkan, nilai buku SD yang segera dikirim 50 persennya itu, mencapai Rp800 juta. Sementara nilai 50 persen buku SMP mencapai Rp600 juta lebih.

“Jika ditotal penuh, buku SD nilainya Rp1,6 miliar, sedangkan buku SMP bernilai Rp1,2 miliar,” katanya.

Adapun buku SMA/SMK, yang nilai 50 persennya sebesar Rp500 juta, tidak akan dibayar karena putus kontrak. Pencetakan kekurangan buku SD/SMP atau kelanjutan pencetakan buku SMA/SMK, akan dilakukan pada kurun Januari hingga Maret 2015.

“Karena memang kontrak dari LKPP memang menyebutkan demikian (bisa dilanjutkan dicetak pada Januari-Maret 2015),” imbuhnya.

Susanto menambahkan, begitu buku SD dan SMP dikirim ke setiap sekolah, akan terlebih dahulu dititipkan di perpustakaan. Pasalnya, sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester, hampir pasti akan kembali menerapkan Kurikulum 2006 pada semester genap nanti.

Kebijakan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Rasyid Baswedan yang menghentikan sementara penerapan Kurikulum 2013 telah disikapi berbeda oleh pihak penyedia buku. Ada yang langsung menghentikan pencetakan, tetapi ada pula yang tetap melanjutkannya sesuai kontrak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan