Dinas Kelautan Rembang Dipusingkan Penangguhan Pugar

Selasa, 8 Juli 2014 | 16:00 WIB
Petani Garam Rembang.

Petani Garam Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang mengaku dipusingkan oleh penangguhan pencairan dana Pugar atau pemberdayaan usaha garam rakyat karena adanya sejumlah revisi kebijakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat.

Pejabat Pembuat Komitmen Program Pugar 2014 Kabupaten Rembang Nurida Adante mengungkapkan pemberitahuan tentang perubahan pencairan dana bantuan langsung masyarakat atau BLM Pugar baru diterima pada 1 Juli kemarin. Sementara hampir semua petani sudah kadung siap-siap mencairkan.

Hingga hari Selasa (8/7) ini pun, belum ada kejelasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai kapan BLM akan dikucurkan. Kebingungan lain yang dihadapi pihak Dinas Kelautan dan Perikanan adalah soal tidak jadi dihapusnya bantuan non-BLM seperti pembuatan demplot dan gudang.

Sebelumnya, Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang menghapus jenis kegiatan selain bantuan langsung masyarakat atau BLM, seiring dengan pemangkasan dana Pugar 2014 oleh Pemerintah Pusat.

Jenis kegiatan non-BLM yang dihapus adalah bantuan infrastruktur gudang, demplot teknologi ulir filter, dan pemberdayaan perempuan pengolah garam. Total dananya Rp350 juta, terbagi untuk bantuan gudang Rp100 juta, demplot Rp100 juta, serta bantuan untuk perempuan pengolah garam Rp150 juta.

Dante menyebutkan, semua kegiatan non-BLM tersebut akan kembali dilakukan. Namun dokumen yang semula sudah mengadopsi pemangkasan perlu direvisi dan diajukan lagi. Apalagi, dana BLM yang semula dipangkas menjadi tinggal satu miliar rupiah, kini ditambah Rp75 juta menjadi Rp1,075 miliar.

Meski ada penambahan Rp75 juta, namun jumlah penerima BLM Pugar masih akan tetap 56 kelompok. Dante menjelaskan, penerima dana Pugar 2014 diprioritaskan yang asli Rembang dan memiliki lahan garapan di Rembang.

Pada 2011 hingga 2013 kemarin, penerima Pugar ditentukan berdasarkan pendekatan kawasan saja, sehingga orang luar daerah yang memiliki tambak di Rembang, juga bisa menerima dana bantuan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan