Dikeroyok Tetangga, Dua Pemuda Blandok Luka-luka

Senin, 3 Agustus 2015 | 17:31 WIB
Korban pengeroyokan Suparno yang mengalami luka pada kepala dan mukanya. (Foto: mataairradio.com)

Korban pengeroyokan Suparno yang mengalami luka pada kepala dan mukanya. (Foto: mataairradio.com)

 
KRAGAN, mataairradio.com – Dua orang pemuda Dusun Blandok Desa Plawangan Kecamatan Kragan menderita luka-luka di kepala usai dikeroyok oleh sejumlah pemuda yang diyakini sebagai tetangga satu desa, Sabtu (1/8/2015) tengah malam kemarin.

Suparno, salah satu korban yang luka pada kepala dan mukanya menuturkan, awalnya dua orang pemuda Plawangan berboncengan sepeda motor dengan suara kenalpot yang meraung-raung.

“Saya bersama teman mengingatkan mereka. Lalu keduanya pergi,” tuturnya.

Tetapi sesaat kemudian, dua pemuda Plawangan itu justru kembali dengan membawa banyak temannya. Dia mengaku langsung dikeroyok sampai pingsan.

“Saya nggak tahu dipukul pakai apa. Setelahnya, saya tidak sadar. Mereka warga Plawangan, tetapi saya nggak kenal,” ungkapnya.

Sutadi, korban lain yang luka di kepala, mengaku sempat berusaha melerai upaya pelaku mengeroyok Suparno. Namun dia justru turut dikeroyok.

“Karena terdengar suara gaduh, warga sekitar yang terbangun membuat mereka bergegas kabur,” katanya.

Tiga unit sepeda motor milik pelaku yang tertinggal di lokasi, akhirnya menjadi sasaran amuk warga setempat, sehingga hancur.

Diduga masih belum puas, kawanan pelaku mendatangi Puskesmas Kragan, tempat korban akan dirawat.

“Waktu saya membawa teman saya (Suparno, red.) yang pingsan ke puskesmas, kami kembali dikeroyok dan dipukuli orang-orang yang sama,” ungkapnya.

Senada dengan Suparno, Sutadi mengaku hanya mengingat wajah para pelaku, sedangkan namanya tidak diketahui.

“Pak Kamituwo meminta kepada kami agar menyelesaikan kasus ini secara damai. Tapi kami minta diproses secara hukum saja. Soalnya kami dikeroyok lagi sewaktu akan membawa teman saya itu ke puskesmas,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang Ajun Komisaris Eko Adi Pramono menyatakan, kasus dugaan penganiayaan itu ditangani oleh penyidik di Polsek Kragan.

“Ditangani Polsek Kragan,” katanya.

Eko juga menyatakan, insiden yang terjadi Sabtu (1/8/2015) malam itu, baru dilaporkan pada Senin (3/8/2015) pagi di Polsek Kragan. Dia mengaku masih mendalami laporan tersebut.

“Kedua belah pihak saling kenal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan