Dikaver DD, Kegiatan DPU di Desa Berkurang

Monday, 11 January 2016 | 15:23 WIB
Pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kecamatan Kragan pada 2015. (Foto: mataairradio.com)

Pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kecamatan Kragan pada 2015. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang di desa pada 2016 ini berkurang. Hal itu karena banyak kegiatan yang sudah dikaver dengan DD atau dana desa.

Apalagi pada tahun ini, alokasi dana desa bertambah dua kali lipat. Plt Kepala Bidang Cipta Karya pada DPU Rembang Widodo, Senin (11/1/2016) pagi menyebutkan, jika pada 2015 ada 96 kegiatan di desa, maka pada tahun ini, jumlahnya lebih sedikit.

Ia tidak menyebut jumlah persisnya, dengan alasan daftarnya masih ada di tangan Kepala DPU Rembang, Mujoko.

Agar tidak tumpang tindih, Widodo mengaku mengroscek rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) desa yang ada di Bappeda.

“Jika sudah masuk di RPJM desa, maka DPU tidak bisa mengalokasi proyek yang sama di desa yang bersangkutan,” katanya.

Widodo menyebutkan, program dari DPU yang masih masuk ke desa, berkisar seputar jalan poros antar-desa, program pembangunan infrastruktur perdesaan (PPIP), serta program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsismas).

“Selain itu juga kegiatan talut dan drainase,” bebernya.

Namun judul kegiatannya, ia menegaskan, tidak untuk jalan desa, tetapi jalan poros antar-desa. Kalau bunyi kegiatannya ke jalan desa, DPU tak bisa mengerjakannya.

“Dari dokumen pelaksanaan anggaran yang sepintas saya lihat, kebanyakan menyasar jalan poros antar-desa,” terangnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin mengatakan, pada tahun ini, hampir semua desa masih akan menggunakan dana yang diterima dari Pusat, untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, termasuk talut dan drainase.

Ia membenarkan, dana desa yang diterima dari Pusat akan bertambah dua kali lipat. Jika dihitung secara kasar, tiap desa menurutnya akan terkucur dana hingga hampir Rp1 miliar.

“Tapi itu tidak hanya dari dana desa, tetapi termasuk alokasi dana desa dan bantuan provinsi serta bagi hasil pajak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan