Diinspeksi, Tiga Pabrik Ikan Kurang Peduli Limbah

Senin, 22 Desember 2014 | 17:58 WIB
Inspeksi mendadak ke IPAL milik salah satu pabrik ikan di wilayah Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, Senin (22/12/1014) sekitar pukul 10.15 WIB. (Foto: Pujianto)

Inspeksi mendadak ke IPAL milik salah satu pabrik ikan di wilayah Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, Senin (22/12/1014) sekitar pukul 10.15 WIB. (Foto: Pujianto)

 
KALIORI, mataairradio.com – Tim gabungan dari Pemkab Rembang menginspeksi pengelolaan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL pada tiga pabrik pengolahan ikan di wilayah Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, Senin (22/12/2014).

Tiga pabrik yang diinspeksi oleh 8 orang di tim gabungan dari Badan Llingkungan Hidup, Disperindagkop dan UMKM, KPPT, Satpol PP serta Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang itu, adalah IPAL PT Andaman Delmar, CV Sinar Mutiara Abadi, dan PT Indo Sea Food.

Pemantauan IPAL yang dimiliki tiga perusahaan tersebut, dilatari oleh indikasi pengelolaannya yang masih belum maksimal.

Ada pula sinyal pembuangan limbah yang dialirkan ke laut telah berdampak terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar. Bau menyengat yang ditimbulkan, bisa meresahkan warga, walaupun jarak lokasi ke permukiman, sudah lebih dari sekitar 100 meter.

“Dari pelaksanaan pengecekan di lapangan, kami belum menemukan sejumlah temuan yang berarti, namun ada beberapa rekomendasi untuk ketiga perusahaan,” ujar Wahyudi, perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Rembang, seusai inspeksi.

Menurut pihaknya, tiga pabrik ikan tersebut perlu memperluas jaringan pipa air bersih di IPAL yang ada saat ini, agar seimbang dengan kapasitas produksi.

“Di samping itu, juga perlu ada perbaikan sistem penyaringan yang di dalam IPAL, karena fakta di lapangan, penyaringan yang ada belum berfungsi secara maksimal karena masih banyak material limbah belum hancur yang terbuang ke laut,” ungkap Wahyudi.

Pihaknya merekomendasikan pula, adanya penambahan bakteri mikroba di sejumlah bak penampungan sehingga dapat mengurai zat amoniak yang dihasilkan limbah tersebut.

“Kami berharap sejumlah rekomendasi tadi segera ditindaklanjuti pihak perusahaan, agar pembuangan limbah setelah dari pengolahan (IPAL), sesuai dengan standar atau ambang batas, agar tidak berakibat pencemaran lingkungan,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Rembang mengeluarkan instruksi Nomor 3 Tahun 2014 yang mengamanatkan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari kegiatan usaha perikanan di Kecamatan Kaliori.

Sesuai instruksi tersebut, pengusaha perikanan dilarang membuang sisa hasil usaha perikanan langsung ke laut sebelum melalui pengolahan.

Pengusaha juga wajib melakukan pengelolaan limbah cair dengan membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan