Tak Ingin Lagi Digugat, KPU Rembang Siapkan Antisipasi

Kamis, 3 Juli 2014 | 15:19 WIB

 

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud.

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang menyatakan menyiapkan sejumlah antisipasi gugatan Pemilu Presiden 2014. KPU tidak menginginkan gugatan yang pernah diterima saat Pileg kemarin, terulang lagi di Pilpres.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengaku telah menginstruksikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok PPS agar lebih teliti dalam menulis laporan dan menjumlah hasil penghitungan suara.

Hasil penghitungan suara akan ditulis di formulir C1 yang sudah tertempel stiker hologram. Suud juga mengaku telah menekankan kepada KPPS agar tetap menulis kejadian luar biasa dan atau keberatan saksi di formulir C2. Jika ada gugatan, maka dua formulir tersebut akan dibuka oleh KPU sebagai bukti.

Menurut Suud, pada pelaksanaan Pileg 2014, KPU menerima sejumlah gugatan dari para peserta pemilu dan kasusnya telah diserahkan ke MK (Mahkamah Konstitusi. Tercatat tiga parpol yakni PBB, PAN, dan PKPI, serta satu dari anggota DPD Poppy Darsono yang menggugat KPU Kabupaten Rembang.

Ketua KPU mengakui, sidang tuntutan parpol yang diajukan ke MK memang cukup melelahkan karena digelar sebanyak lima kali dengan persiapan berkas dokumen formulir C1 dan plano C1 dari seluruh TPS Kabupaten Rembang.

Akan tetapi, pada sidang putusan perselisihan hasil pemilu legislatif, Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan tiga partai politik peserta pemilu serta seorang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah. Gugatan yang diajukan para peserta pemilu 2014 tidak cukup bukti.

Guna memantapkan persiapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, Kamis (3/6) pagi, digelar kembali rapat koordinasi penyelenggaraan Pilpres 9 Juli nanti di Lantai IV Gedung Setda Rembang.

Dalam kesempatan ini, hadir Ketua KPU Rembang Minanus Suud, Plt Bupati Abdul Hafidz, Sekda Hamzah Fatoni, Kapolres AKBP Muhammad Kurniawan, Dandim Letkol Wawan Indaryanto, dan Kajari I Wayan Eka Putra. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan