Digigit Ular, Seorang Tentara Tewas

Rabu, 1 April 2015 | 16:19 WIB
Jenazah Peltu Jayusman (51), anggota Koramil Gunem, warga Desa Sulang Kecamatan Sulang saat akan dimakamkan. (Foto:Pujianto)

Jenazah Peltu Jayusman (51), anggota Koramil Gunem, warga Desa Sulang Kecamatan Sulang saat akan dimakamkan. (Foto:Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Seorang tentara tewas digigit ular berbisa saat berkebun di lahan ketela belakang Koramil Sulang, Selasa (31/3/2015) sore kemarin. Korban adalah Peltu Jayusman (51), anggota Koramil Gunem, warga Desa Sulang Kecamatan Sulang.

Jayus awalnya mengambil ketela miliknya yang ditanam di dekat tanggul Waduk Sambongan. Tak tahu darimana datangnya, korban merasa digigit ular. Dia lantas menghubungi Naim Sobirin, keponakannya yang saat itu kebetulan sedang berada di warung, depan Polsek Sulang. Korban minta disusul.

Sesampainya di lokasi, Naim sudah melihat Jayus tergeletak dan dalam keadaan masih sadar. Menurut Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0720 Rembang Mayor Nursutiyasno, korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Dia mengaku kaget mendapat kabar duka meninggalnya Jayusman.

“Saya dikabari tadi malam. Ya kaget. Langsung takziah sampai jam 12 malam. Ini musibah,” ungkapnya.

Peltu atau Pembantu Letnan Satu Jayusman terakhir menjabat sebagai Bintara Tinggi Tata Usaha dan Urusan Dinas atau Bati TUUD Koramil Gunem. Dia dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin, dan disiplin. Kasdim mengaku terakhir kali bertemu dengan almarhum, dua minggu yang lalu.

Saat itu yang bersangkutan sedang menerima perintah dari Kodim di ruang Seksi Teritorial. Ada lembar tugas yang mesti diambilnya untuk disampaikan ke anggota Koramil Gunem. Tidak ada firasat apapun mengenai kepergian Jayusman dari pertemuan itu.

Soal kabar bahwa tidak ada luka bekas gigitan ular yang ditemukan di tubuh korban, Nursutiyasno meminta untuk tidak ada spekulasi apapun. Lokasi saat korban merasa digigit ular memang dikenal angker oleh warga sekitar.

“Saya terakhir ketemu sekitar dua minggu yang lalu. Orangnya baik, rajin, dan disiplin. Kami kehilangan,” tegasnya.

Jenazah Peltu Jayusman sudah dimakamkan secara militer di Tempat Pemakaman Umum Desa Sulang, Rabu (1/4/2015) selepas zuhur. Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Wawan Indaryanto bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman.

Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Sumarsih (47) dan dua orang anak masing-masing Sam Andik Sudarso (25) dan Yeni Munfaati (23). Pihak Kodim Rembang akan segera mengurus pensiun bagi yang bersangkutan. Terhadap keluarga korban juga diberikan santunan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan