Digendam, Uang Rp52 Juta Tabungan Siswa Amblas

Senin, 15 Juni 2015 | 17:19 WIB
Ilustrasi (Foto: yourwellness.com)

Ilustrasi (Foto: yourwellness.com)

 
KALIORI, mataairradio.com – Diduga kena gendam, seorang guru dari SD Negeri Pengkol Kecamatan Kaliori kehilangan uang tabungan siswanya sebesar Rp52juta pada Senin (15/6/2015) pagi. Guru yang diduga menjadi korban hipnotis itu adalah Kunadi (25) warga Banggi Kecamatan Kaliori.

Awalnya, Kunadi diantar oleh Sriyono, kepala sekolahnya ke BKK Kaliori di Kaliori. Di BKK itu, Kunadi mencairkan tabungan Rp31juta. Sebelumnya, dia telah membawa uang tunai yang ditaruh di dalam tas senilai Rp52 juta. Uang itu juga tabungan siswa yang dicairkan dari BPD Jateng, Jumat (12/6/2015) lalu.

Setelah mengantar Kunadi, Sriyono menuju kantor UPT Dinas Pendidikan Kaliori. Begitu selesai, Sriyono menghampiri Kunadi yang baru saja mengambil uang. Sesampainya di sekolah, korban tersadar uang yang Rp52juta hilang. Kanitreskrim Polsek Kaliori Aipda Sutarko mengaku menerima laporan itu.

“Sudah kami periksa korbannya. Itu yang hilang, yang uang tabungan dari BPD Jateng yang Rp52 juta. Itu dibawa korban dari rumah. Sementara yang baru ambil dari BKK Kaliori, yang Rp31 juta itu masih kok. Kami masih dalami dugaan hipnotis,” katanya.

Menurut Kunadi, ketika dalam perjalanan pulang, di atas mobil dia memang tidak bercerita apa-apa kepada kepala sekolahnya. Dia mengaku tidak sadar tentang apa yang sudah terjadi. Tahu-tahu, dia tidak mendapati lagi uang Rp52juta yang dibendel secara terpisah dari yang Rp31 juta.

Korban mengaku mengingat ada seseorang yang tak diketahui dari mana asalnya, menepuk bahunya. Kala itu dia sedang berada di halaman BKK dan sudah selesai menarik tabungan yang Rp31juta. Seingat Kunadi, seseorang itu mengenakan jaket parasit, kulit sawo matang, dan berusia 50-an tahun.

Kapolsek Kaliori AKP Sunarmin mengaku masih menyelidiki kasus tersebut berdasarkan laporan korban. Pihaknya sudah mengkroscek ke BKK Kaliori dan dibenarkan bahwa guru tersebut memang baru saja menarik tabungan Rp31 juta. Jika diperlukan, polisi akan memanggil guru itu untuk diperdalam.

“Kami belum bisa simpulkan apa-apa. Masih dilakukan penyelidikan dan olah TKP. Informasi yang kita dapat dari korban soal kemungkinan pelaku, hanya ciri-ciri pria, tinggi tubuh sekitar 165 centimeter, paruh baya sekitar 50 tahun, dan kulit sawo matang. Kita mungkin panggil lagi korban,” katanya.

Sementara itu, Sriyono membenarkan bahwa Kunadi adalah salah satu guru honorer di sekolahnya. Dari pengakuan anak buahnya itu, yang bersangkutan digendam atau dihipnotis oleh orang tak dikenal setelah selesai mencairkan uang tabungan siswanya di BKK Kaliori.

Dia mengaku belum berpikir tentang bagaimana penggantian uang tabungan yang mestinya dibagikan pada hari Selasa (16/6/2015) ini. Sriyono menyatakan sudah memberikan keterangan kepada polisi seputar kronologi kejadian tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. Nizar "Trainer Hipnotis dan Gendam"

    Juni 15, 2015 at 7:47 pm

    Ini yang harusnya diberikan penjelasan yang benar tentang hipnotis dan gendam. Hipnotis dan gendam tidak aka berlaku jika orangnya mengeblocknya..,
    Aku percaya kalau orang tersebut tertipu, bukan karena tidak sadar. Karena hipnotis dan gendam itu tingkat kesadaran seseorang meningkat 9x lipat dari biasanya..!! Cukup aneh jika dia mengaku lupa..,

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan