Digendam Lalu Dibuang, Perhiasan Niswah Dikuras

Jumat, 14 November 2014 | 16:10 WIB
Korban gendam, Niswah tergeletak lemas di rumahnya di Desa Tanjungan Kecamatan Kragan, Jumat (14/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Korban gendam, Niswah tergeletak lemas di rumahnya di Desa Tanjungan Kecamatan Kragan, Jumat (14/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Niswah (22) dan anaknya yang 2,5 tahun, warga RT 6 RW 2 Desa Tanjungan Kecamatan Kragan, Kamis (13/11/2014) sore ditemukan warga dalam kondisi linglung di tepi Jalan Pantura dekat Pasar Lasem.

Perempuan dan anaknya ini diduga menjadi korban gendam kawanan orang tak dikenal seusai periksa kesehatan di Puskesmas Kragan II pada pagi harinya. Keduanya sempat diberi pakaian pantas pakai oleh warga, karena saat pertama kali ditemukan, bajunya compang-camping.

Warga juga segera menghubungi Polsek Lasem untuk menangani kasus tersebut. Polisi yang kemudian berhasil mendapat keterangan mengenai identitas korban, lantas menghubungi Kepala Desa Tanjungan agar mengecek warganya.

Ngatinah, ibu Niswah menuturkan, awalnya anaknya berpamitan kepada sang suami hendak periksa kesehatan di Puskesmas Kragan II karena mengeluh sakit kepala. Suaminya yang saat itu sedang akan berangkat melaut juga menitipkan pesan kepada Niswah agar mengambil uang Rp350ribu di BKK Kragan.

“Anak saya ini mengambil uang dulu di BKK. Baru setelah itu periksa di Puskesmas Kragan II. Keluar dari puskemas, dia dipanggil oleh seseorang di dalam mobil sejenis carry warna hitam. Saat itu anak saya dan cucu ini langsung mendekat,” ungkap Ngatinah mengutip keterangan Niswah.

Begitu mendekat, menurutnya, perempuan paruh baya di mobil itu meminta tolong Niswah untuk membacakan alamat pada secarik kertas. Mobil disopiri oleh seorang laki-laki.

“Entah bagaimana, anak saya dan cucu ini masuk ke dalam mobil. Dan akhirnya tahu-tahu sudah ditemukan warga di dekat Pasar Lasem dengan baju yang sudah nggak karuan,” sambungnya kepada wartawan yang menemuinya pada Jumat (14/11/2014) pagi.

Perhiasan mulai kalung, gelang, dan cincin baik milik Niswah maupun anaknya, dilolos oleh pelaku. Uang tunai Rp350ribu yang diambil dari bank, buku rekening tabungan, dan KTP dari yang bersangkutan, juga turut diambil.

“Nilai perhiasan yang digendam itu sekitar lima juta rupiah, plus uang yang diambil dari bank tadi (Rp350ribu), buku tabungan, dan KTP-nya juga diambil. Digendam lah ini,” tandas Ngatinah.

Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada mengaku menangani kasus yang menimpah Niswah dan anaknya. Polisi masih melakukan penyelidikan serta menghimpun informasi mengenai ciri-ciri pelaku yang disebutkan oleh korban.

“Kejadian ini tidak sering, tetapi belakangan muncul lagi. Kami masih lakukan penyelidikan terhadap kawanan pelaku berdasarkan keterangan dari korban yang telah kita periksa,” kata Kapolsek.

Dia meminta agar warga masyarakat tidak mudah percaya kepada seseorang yang tiba-tiba sok atau berlagak kenal atau tiba-tiba akrab karena berpotensi penipuan.

“Dan untuk antisipasi sedini mungkin, jangan berhias perhiasan emas mencolok ketika berpergian, agar tidak mengundang aksi kejahatan. Jangan mudah menerima makan-minum juga dari seseorang yang baru dikenal,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

iklan-kandung-toko-alat-listrik

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Neezzar

    November 15, 2014 at 8:30 am

    Sepertinya itu bukan gendam, tapi penipuan biasa.
    Saya praktisi hipnosis dan gendam bersertifikat Master. Setelah menganalisa posting ini, saya bisa memastikan ini bukan gendam (hipnosis energi) dan sejenisnya, tapi penipuan.
    Jika berminat, bagaimana kalau kita bekerjasama membuat seminar kejahatan hipnosis, menangkal gendam dan sejenisnya di Rembang. Karena di Rembang banyak orang yang belum mengerti tentang kasus yang seperti ini

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan