Diduga Mengantuk, Dua Orang Tercebur, Satu Tewas

Wednesday, 1 April 2015 | 16:32 WIB

 

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang tewas dan seorang lainnya cedera kepala hematom setelah terjatuh ke bawah jembatan sungai di Desa Padaran Kecamatan Rembang, Rabu (1/4/2015) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Keduanya mengalami kecelakaan tunggal diduga akibat mengantuk.

Korban tewas bernama Muhammad Arif Bowo (21), sedangkan korban cedera kepala hematom bernama Muhammad Zaeni (24) warga Jeruk Kecamatan Pancur. Awalnya, Arif yang mengendarai Honda Vario K 6524 RH memboncengkan Zaeni, melaju dari arah barat menuju timur.

Keduanya hendak pulang dari Juwana, mengurus perbekalan kapal. Menurut Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, begitu sampai di lokasi kejadian, motor oleng ke kiri dan menyerempet pembatas jembatan, sehingga tercebur ke sungai. Diduga pengendara mengantuk karena lelah.

“Arif terjatuh dengan posisi tengkurap, sehingga susah bernafas. Apalagi sungai itu masih menyisakan air, meski hanya setinggi tumit orang dewasa. Kalau Zaeni terjatuh dengan posisi miring, sehingga selamat. Keduanya terjatuh dengan helm yang masih melekat di kepala,” ungkap Ismail.

Ismail menyebutkan, sepeda motor korban juga turut jatuh ke sungai, namun tidak menimpa keduanya. Belum ada indikasi penyebab lain dari kecelakaan tunggal ini. Misalnya keterlibatan kendaraan lain. Hanya saja, saat itu, jalanan masih basah karena baru saja usai turun hujan.

“Dari olah tempat kejadian perkara, tidak ada bekas pengereman di jalan lokasi. Kami juga tidak menemukan pecahan kaca untuk menguatkan dugaan tabrak lari. Indikasi kuat penyebab kecelakaan adalah terjatuh sendiri,” tandasnya.

Rabu (1/4/2015) pagi, jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kondisi Zaeni yang dirawat di rumah sakit sudah mulai berangsur membaik. Polisi mengimbau setiap pengendara agar tidak memaksakan diri melaju saat mulai terasa mengantuk.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan