Diduga Korsleting, Rumah Petani di Kuangsan Terbakar

Jumat, 11 September 2015 | 15:52 WIB
Satu dari dua bagian rumah milik Ngasri, warga Kuangsan-Kaliori, yang terbakar, Jumat (11/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Satu dari dua bagian rumah milik Ngasri, warga Kuangsan-Kaliori, yang terbakar, Jumat (11/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Satu dari dua bagian rumah milik Ngasri, warga Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, hangus terbakar pada Jumat (11/9/2015) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kebakaran terjadi ketika korban dan suaminya sedang tidak di rumah.

Ngasri berada di rumah tetangganya usai mengantar sang anak ke TK, sedangkan suaminya, Bakri, tengah bekerja di Pamotan. Ngasri mengaku tahu kalau rumahnya terbakar, setelah tetangganya melihat kobaran api. Dia pun bergegas pulang dan melihat bagian belakang rumahnya sudah diamuk si jago merah.

“Saya tidak meninggalkan api kompor. Memang tadi memasak nasi goreng, tetapi api sudah mati. Saya heran kok ada api,” tuturnya.

Warga lainnya yang juga melihat kepulan asap membubung, segera berlarian untuk membantu pemadaman. Mereka menyiramkan air seadanya. Pihak desa yang kemudian turut dikabari, cepat-cepat mengontak regu pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang.

Sujanarko, pejabat sementara Kades Kuangsan mengaku melihat beberapa barang berharga milik korban, seperti sepeda dan peralatan memasak yang ikut ludes. Mengenai penyebab kebarakan, menurutnya masih simpang-siur, antara korsleting dan elpiji yang meledak.

“Soal bantuan, kita belum bisa memastikan. Nanti kita bahas dengan perangkat desa dan tokoh warga. Sementara, korban juga masih bisa tinggal di rumah yang bagian depan,” ujarnya.

Kapolsek Kaliori AKP Sunarmin mengaku masih menyelidiki, penyebab pasti kebakaran. Namun, dari olah tempat kejadian perkara, kemungkinan besar, kebakaran terjadi akibat korsleting. Dugaan itu didasarkan pada tabung elpiji yang masih bisa digunakan.

“Kecenderungan penyebab kebakaran adalah korsleting,” ungkapnya kepada mataairradio.

Akibat kebakaran itu, pihaknya mencatat kerugian material sekitar Rp5 juta. Untuk sementara, bagian depan rumah yang selamat, masih bisa ditempati. Ia berharap kepada warga agar lebih waspada kebakaran, di antaranya dengan tidak menempatkan jerami di dalam rumah, alias mesti dipisah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan