Diduga Korsleting, Rumah Beserta Isinya Ludes Terbakar

Sabtu, 12 Desember 2015 | 16:05 WIB
Kondisi rumah keluarga Jamil di RT 1 RW 1 Desa Krikilan Kecamatan Sumber, Sabtu (12/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Kondisi rumah keluarga Jamil di RT 1 RW 1 Desa Krikilan Kecamatan Sumber, Sabtu (12/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Diduga akibat korsleting, rumah beserta isinya milik Jamil, warga RT 1 RW 1 Desa Krikilan Kecamatan Sumber, terbakar hingga ludes, Jumat (11/12/2015) malam sekitar pukul 22.20 WIB.

Nyaris tidak ada barang berharga yang terselamatkan akibat besarnya kobaran api.

Kusnandar, saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan, saat itu dirinya sedang mengangsu air di timur lapangan, sisi depan dari rumah korban.

“Saya tahu kebakaran itu setelah melihat api berkobar dan asap membubung dari rumah Jamil,” tuturnya.

Sebentar kemudian, ia juga melihat istri pemilik rumah, Siti Khotijah menyeret keluar kasur dan mengevakuasi dua orang anak.

Ia pun lalu berteriak meminta tolong. Ia mengaku takut melakukan pemadaman sendirian karena ada banyak kabel bergelantungan yang diduga bersetrum.

Sementara itu, begitu geger kebakaran, warga kampung segera berdatangan ke tempat kejadian. Kebetulan, Jamil tidak sedang di rumah karena masih bekerja di Kalimantan Timur.

Zuhdi, keponakan korban yang cepat sampai di lokasi mengaku, segera masuk ke dalam rumah.

“Saya berhasil menyelamatkan satu unit televisi dan satu kasur lain. Namun saat hendak menyelamatkan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Jupiter, saya justru keselomot api,” katanya.

Menurutnya, api berkobar semakin besar dan ada bagian atap yang jatuh. Zuhdi terluka bakar di dua tangan dan jidat kirinya.

Saat ia masuk ke dalam rumah, menurutnya, bagian sisi timur sudah terbakar hampir total. Ia menduga kebakaran terjadi akibat korsleting.

Tentang kabar dari para tetangga yang menduga api berasal dari obat nyamuk bakar, Zuhdi cenderung tidak sepakat.

“Ada obat nyamuk, tapi di ruangan lain yang saat itu belum terselimuti api,” katanya meyakinkan.

Marlan, salah satu warga yang ikut berusaha memadamkan api mengaku kesulitan menjinakkan si jago merah, meski saat itu angin tidak berembus kencang.

“Rumah, bagian atap, berbahan kayu tua, mungkin menjadi pemicu api cepat merambat,” katanya.

Sebenarnya ada cukup banyak warga karena kebetulan para pemuda Ansor di desa itu, baru saja usai rapat. Namun terbatasnya air di dekat lokasi membuat api tak bisa segera dikendalikan.

“Warga berinisiatif merobohkan bagian rumah lain yang bisa jadi media perembet. Apalagi dekat sekolah (SD Negeri Krikilan),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan