Diduga Dipicu Korsleting, Rumah Guru SD Terbakar

Rabu, 18 Januari 2017 | 14:01 WIB

Rumah seorang guru di wilayah Candirejo RT 4 RW 1 Desa Turusgede Kecamatan Rembang terbakar pada Rabu (18/1/2017) siang sekitar pukul 12.25 WIB. (Foto: Pujianto)

 

KOTA, mataairradio.com – Diduga dipicu korsleting, rumah seorang guru di wilayah Candirejo RT 4 RW 1 Desa Turusgede Kecamatan Rembang terbakar pada Rabu (18/1/2017) siang sekitar pukul 12.25 WIB.

Saat kejadian, korban, Sri Supeni (43) tidak sedang berada di rumah. Ia masih mengajar di SD Negeri Sudo Kecamatan Sulang, namun bergegas pulang begitu dikabari oleh tetangganya kalau rumahnya terbakar.

Salah seorang saksi mata, Yasir, warga Desa Ngotet Kecamatan Rembang mengaku melihat asap mengepul dari arah rumah korban. Ia langsung menuju ke lokasi kejadian dan ternyata benar, rumah Sri Supeni terbakar.

“Sewaktu sampai sini, bagian tengah-belakang rumah terbakar. Saya dan beberapa orang yang hendak berupaya memadamkan api, nggak bisa masuk karena pagar dan pintu rumah dalam keadaan terkunci,” katanya.

Hartono, salah seorang petugas polisi dari Polres Rembang juga mengetahui ada kepulan asap dari arah tenggara Mapolres. Ia yang yakin ada kebakaran, segera mendekat ke lokasi dan ternyata benar; si jago merah mengamuk.

“Saya lihat memang ada kepulan asap. Saya sudah duga itu kebakaran. Terus saya dekati. Begitu benar, saya kontak pemadam kebakaran. Listrik korban masih nyalur dari tetangganya. Sekitar 200 meter sebelah barat rumah,” katanya.

Armada pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke radius terdekat rumah korban karena mengalami selip ban. Selang pemadam terpaksa diurai hingga bisa dipakai untuk menyemprotkan air ke bagian rumah yang terbakar.

Sri Supeni yang pada seratus hari yang lalu ditinggal wafat suaminya mengaku tidak sedang meninggalkan api di dapur sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar. Ia menduga, kebakaran di rumahnya akibat korsleting.

“Saya memang ditelepon tetangga. Dikabari kalau rumah kebakaran. Saya ngajar di SD Sudo langsung pulang. Sampai rumah, di bagian tengah mengepul asap. Saya kira yang terbakar baru sedikit, ternyata atap bagian tengah, habis,” katanya.

Ia juga membenarkan bahwa saat kejadian, ibu dan anaknya tidak berada di rumah. Ibunya di Mondoteko. Begitu pula anak laki-lakinya, sekolah di SD Negeri Mondoteko. Kediamannya memang dalam keadaan terkunci.

“Sepeda motor dan televisi bisa diselamatkan oleh warga yang membantu. Tapi kulkas dan springbed ludes. Surat berharga; SK (ASN) saya dan suami di lemari, semoga selamat. Nampaknya selamat karena lemarinya utuh,” katanya.

Korban belum menghitung kerugian akibat kebakaran tersebut. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab secara pasti kebakaran siang itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan