Didatangi PKL, Sekda Tolak Tentangan Relokasi

Wednesday, 11 February 2015 | 20:25 WIB
Lapak pedagang di sisi utara Alun-alun Rembang yang hendak ditertibkan namun gagal pada Senin (26/1/2015) malam. (Foto: Pujianto)

Lapak pedagang di sisi utara Alun-alun Rembang yang hendak ditertibkan namun gagal pada Senin (26/1/2015) malam. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Lima orang perwakilan pedagang kaki lima yang biasa berjualan di kawasan Alun-alun Rembang mendatangi Sekretaris Daerah Hamzah Fatoni, Rabu (11/2/2015) pagi.

Mereka kembali meminta agar tetap diperbolehkan berjualan di sisi utara, namun Sekda menolaknya.

Para pedagang itu beralasan, ruang yang tersedia untuk menampung mereka tidak cukup.

“16 pedagang yang semula berjualan di area depan masjid memang akan dipindah ke sisi utara masjid. Namun ruang yang tersedia itu hanya mampu menampung enam pedagang saja,” ungkap Slamet, salah satu pedagang.

Sementara delapan pedagang yang selama ini berjualan di sisi utara, menolak dipindah ke kawasan Jalan Gatot Subroto.

“Selain takut sepi pembeli, ruang di sepanjang jalan itu sebelumnya telah disepakati untuk arena penjual jasa mainan dan pakaian,” tandasnya.

Slamet meminta Pemkab berpikir ulang untuk merelokasi mereka.

Sebelumnya pada Selasa (10/2/2015) malam, rapat internal pedagang kaki lima yang berlangsung di Alun-Alun Rembang sejak pukul 22.00 WIB hingga dini hari tidak berujung kocok ulang penempatan pedagang.

Mereka beralasan, dikocok ulang pun tidak berguna, selagi sisi utara tetap dilarang ditempati PKL.

Akhirnya pertemuan malam itu memutuskan bahwa pedagang yang semula berjualan di sisi barat depan masjid, mau pindah ke sebelah utara masjid asalkan sisa pedagang yang tak tertampung, boleh ditempatkan di sisi utara alun-alun.

Pertemuan pedagang juga tidak menyepakati pembuatan selter tambahan di sekeliling alun-alun.

“Setelah Pak Sekda menolak permintaan pedagang, kami belum akan menentukan langkah lebih lanjut. Yang jelas sementara ini kami akan tetap bertahan di tempat jualan masing-masing,” tegasnya.

Sekda Rembang Hamzah Fatoni menegaskan, sisi utara alun-alun tetap harus bebas dari pedagang kaki lima.

“Mereka yang selama ini berjualan di sisi utara, semestinya pindah ke selter di sisi timur, di kawasan sepanjang Jalan Gatot Soebroto,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa sebagai ruang publik, alun-alun juga mesti bisa diakses masyarakat secara luas, alias tidak oleh PKL saja.

“Rencana pembangunan selter dengan dukungan anggaran Rp830 juta akan tetap diteruskan,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan