Diberondong SMS Warga, DPRD Minta Alun-alun Rembang Dibuka

Senin, 29 Desember 2014 | 15:42 WIB
Salah satu bagian di sisi timur Alun-Alun Rembang diketahui sudah rompal, Senin (29/12/2014). Pemerintah mengklaim, rompal itu akibat tertimpa pagar seng lantaran terjangan angin kencang pada Sabtu (27/12/2014). (Foto: Pujianto)

Salah satu bagian di sisi timur Alun-Alun Rembang diketahui sudah rompal, Senin (29/12/2014). Pemerintah mengklaim, rompal itu akibat tertimpa pagar seng lantaran terjangan angin kencang pada Sabtu (27/12/2014). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Delapan orang anggota DPRD Rembang dari Komisi C, Senin (29/12/2014) pagi kembali menginspeksi proyek penataan alun-alun yang dilaporkan selesai digarap 16 Desember kemarin. Mereka meminta alun-alun yang kini masih ditutup pagar seng pembatas, segera dibuka.

Ketua Komisi C DPRD Rembang Widodo mengaku diberondong SMS dari warga yang mempertanyakan alasan alun-alun masih ditutup, padahal telah usai digarap pada pertengahan bulan ini.

“Umumnya, warga ingin segera memanfaatkan alun-alun untuk menghabiskan momen pergantian tahun nanti,” ungkap Widodo yang ditemui mataairradio seusai inspeksi.

Menurut Widodo, alasan pihak pengawas proyek yang khawatir rumput bakal rusak ketika alun-alun dibuka, tidak cukup beralasan. Sebab, sudah tersedia anggaran pemeliharaan atau perawatannya.

“Anggaran perawatannya kan ada. Ngapain mesti khawatir rumput bakal rusak. Saya kira itu tidak cukup beralasan,” tandasnya.

Inspeksi itu juga untuk melihat kualitas penataan alun-alun. Dia menemui ada bagian bangunan yang rompal dan bagian pangkal tiang lampu yang terbuat hanya dari seng.

“Terkait bangunan yang rompal, saya sudah meminta segera diperbaiki, sedangkan soal tiang lampu yang bagian bawahnya berbahan seng, perlu ditinjau lagi gambar rencananya,” imbuhnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penataan Alun-alun Rembang Sigit Widyaksono yang turut mendampingi inspeksi pagi itu mengaku hanya akan berkoordinasi dengan kuasa pengguna anggaran alias Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

“Tanggung jawab PPK adalah melaporkan perkembangan pekerjaan kepada pengguna anggaran. Sebelum anggota dewan melakukan inspeksi ini pun, kami juga menerima banyak SMS yang mempertanyakan kapan alun-alun akan dibuka,” ungkap Sigit.

Namun dia menegaskan, akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pimpinannya agar tidak salah langkah.

“Butuh waktu satu hingga dua hari untuk membuat keputusan final untuk membuka atau tidak alun-alun pagi pengunjung pada momen pergantian tahun,” tandasnya.

Sementara soal bagunan yang rompal, Sigit menyebut itu akibat tertimpa pagar seng pembatas yang ambruk karena diterjang angin pada Sabtu (27/12/2014) kemarin.

“Secepatnya akan diperbaiki dengan pemeliharaan. Proyek penataan alun-alun sudah diserahterimakan tahap pertama. Serah terima tahap kedua masih nanti setelah 180 hari, terhitung sejak 16 Desember 2014,” tambahnya.

Suparno, salah seorang warga yang ditemui di sekitar Alun-alun Rembang berpendapat, semestinya wajah kota itu dibuka untuk pengunjung, sekaligus agar masyarakat tahu kualitasnya.

“Kalau segera dibuka, jika ada yang kurang pas, masyarakat kan bisa mengadu agar cepat diperbaiki. Mumpung masih dalam masa perawatan,” ujarnya singkat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. samadi

    Desember 29, 2014 at 7:31 pm

    program korupsinya salim. kabarnya meski sudah dipenjara tetap terima fee dari muyoko… PASTI ASAL-ASALAN itu Proyek.. wong desainnya saja tidak mencerminkan identitas kota. tuh tanya pakarnya walikota bandung, RIDwan kamil… apakah boleh alun-alun diubah fungsi jadi taman kota yang hancur seperti itu?????? alun-alun ya alun-alun hamparan rumpur hijau nan luas tanpa sekat dimana semua orang bisa berkumpul dan bermain bersama tanpa terhalang apapun.. DASAR PEKOK BIN KORUPTOR SEMUA PERENCANA DAN PELAKSANYA!!!! akibatnya ngrusak kota!!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan