Dialog Publik Sorot KPU Soal Sosialisasi Pilkada

Kamis, 19 November 2015 | 18:12 WIB
Dialog publik yang digelar oleh Forum Wartawan Rembang (FWR) di Pendapa Museum Kartini, Kamis (19/11/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Dialog publik yang digelar oleh Forum Wartawan Rembang (FWR) di Pendapa Museum Kartini, Kamis (19/11/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dialog publik yang digelar Forum Wartawan Rembang (FWR) di Pendapa Museum Kartini, Kamis (19/11/2015) pagi, antara lain menyorot kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang tingkat sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015.

Elok Saparinda, warga Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang menilai sosialisasi dari KPU masih harus digenjot. Menurutnya, keberhasilan pilkada ini bergantung pada rakyat.

“Namun rakyat tanpa sosialisasi dari KPU, tidak akan mengenal seluk beluk pilkada,” katanya saat dialog.

Ia mengatakan, setiap kali pemimpin yang dipilih ternyata melakukan korupsi, selalu rakyat yang disalahkan. Padahal, rakyat yang tidak disosialisasi, tahunya hanya uang dan itu baginya manusiawi.

“KPU yang “dimodali” rakyat, kenapa tidak sosialisasi secara intensif,” katanya.

Suparno, Koordinator LSM Semut Abang juga menyoal KPU soal kinerja dan kualitas sosialisasi.

Menurutnya, umbul-umbul sosialisasi misalnya tidak terbuat dari bahan kain seperti di Kabupaten Blora, tetapi memakai bahan sejenis MMT.

Ia pun mempertanyakan pemasangan spanduk sosialisasi pasangan calon kepala daerah yang tidak memakai tali plastik yang kuat, tetapi sebatas memakai rafia.

“Dengan dana yang besar, semestinya KPU tidak melakukannya. Sebab, umur umbul-umbul dan spanduk jadi tidak awet,” katanya.

Senada dengan Elok, Suparno pun menilai Pilkada 2015 di Rembang, kurang greget, terutama di perdesaan.

Ia berharap kepada KPU agar tidak telat merespon kondisi ini, salah satunya dengan menggenjot sosialiasi, agar tingkat partisipasi pemilih di pilkada melampaui target 77,5 persen.

Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono menilai pula bahwa greget pilkada di Rembang kurang. Menurutnya, hal itu bisa menjadi ukuran kalau di pilkada kali ini, rakyat sudah cerdas dan tak mau larut dalam hiruk pikuk pemilihan.

“Namun di sisi lain, hal itu juga bisa mengindikasikan sosialisasi kurang,” katanya.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengaku akan menggenjot sosialisasi ke semua segmen pemilih. Setelah pemilih pemula, sosialisasi kini mulai beralih ke pemilih dari kalangan agamis, perempuan, dan masyarakat pinggiran.

“Kami tidak bisa menjangkau satu per satu pemilih. Tapi sosialisasi sudah kita lakukan secara masif,” katanya.

Soal bahan umbul-umbul yang tidak kain, Suud berdalih itu sudah sesuai aturan, sedangkan soal pemasangan yang memakai tali rafia, pihaknya tak terlalu memperhatikan hal itu.

“Saya mohon maaf soal itu (rafia),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan