Di Sumber, Bupati Janji Tingkatkan Gaji GTT

Tuesday, 6 December 2016 | 17:31 WIB
Dialog Bupati Rembang Abdul Hafidz dengan masyarakat di Kecamatan Sumber di Pendapa Kecamatan setempat, Selasa (6/12/2016). (Foto: Pujianto)

Dialog Bupati Rembang Abdul Hafidz dengan masyarakat di Kecamatan Sumber di Pendapa Kecamatan setempat, Selasa (6/12/2016). (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang berjanji meningkatkan tingkat kesejahteraan para guru tidak tetap (GTT) mulai tahun depan melalui skema Perubahan APBD 2017.

“Nanti InsyaAllah di tahun 2017 pertengahan, kami akan meningkatkan kesejahteraan GTT. Kalau Sekarang baru Rp200 ribu dari Pemkab. Ini saya akan tingkatkan minimal Rp500ribu sampai Rp1 juta,” kata Bupati Abdul Hafidz.

Saat berdialog dengan masyarakat di Pendapa Kecamatan Sumber, Selasa (6/12/2016), Bupati menegaskan akan meningkatkan kesejahteraan para GTT secara bertahap.

“Di tahun 2018, (gaji GTT) akan kami tingkatkan lagi. Di kisaran Rp1juta, pemkab masih mampu untuk membiayai,” tandasnya.

Hafidz menyebutkan, jumlah GTT di Kabupaten Rembang sebanyak sekitar 4.000 orang, terdiri atas 1.300 GTT di sekolah negeri dan 2.700 GTT di sekolah swasta.

“Saya tidak berjanji muluk-muluk, tapi realistis. Jadi kalau kisaran satu juta, kami masih mampu. Jadi mohon pengertiannya, karena keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Sebelumnya pada sesi dialog, Kepala SD Negeri Randuagung Sugiarto berharap kepada Pemkab Rembang agar memperhatikan nasib GTT karena gaji mereka yang terbilang kecil.

“Bayaran GTT Rp200 ribu sebulan. Kalah sama orang matun (buruh penyiang tanaman padi) yang sehari Rp50 ribu, sehingga kalau sebulan Rp 1,5 juta. GTT di Sumber atau secara luas di Kabupaten Rembang perlu diperhatikan kesejahteraannya,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan