Di Rembang, Sadana Bakal Punya Pesaing

Rabu, 25 November 2015 | 20:06 WIB
Delapan orang petani tembakau dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang mendatangi Gedung DPRD setempat, Rabu (21/10/2015) pagi.  (Foto: Pujianto)

Delapan orang petani tembakau dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang versi Masudi mendatangi Gedung DPRD setempat, Rabu (21/10/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai melirik calon mitra baru, selain mitra mereka selama ini PT Sadana Arifnusa, dalam hal penjualan hasil panen.

Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang versi Masudi, Akhmad Sayuti mengaku sudah melakukan pendekatan dengan dua perusahaan calon mitra, masing-masing dari Kudus dan Surabaya.

“Sudah mulai kemarin kita gerak mencari perusahaan mitra baru, selain Sadana. Satu dari Kudus sudah serius, tetapi kami masih harus menunggu detail harganya,” ungkap Sayuti kepada mataairradio, Rabu (25/11/2015) petang.

Menurutnya, satu lagi perusahaan calon mitra dari Surabaya, masih dalam tahap menunggu tanggapan dari penawaran pihaknya agar membeli tembakau petani Rembang.

“Siapa pun yang serius bermitra dengan petani tembakau Rembang, kami terbuka,” terangnya.

Bagi petani tembakau di kabupaten ini, menurut Sayuti, adanya mitra lain, selain Sadana berarti penting, agar tidak terjadi monopoli pembelian hasil panen.

“Kalau mitra tunggal, kita khawatir terjadi monopoli dan sarat permainan.Tetapi mitra baru tetap harus seimbang harganya dengan Sadana. Syukur kalau bisa di atasnya dalam hal harga,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan keyakinan pihak APTI Rembang versi Masudi soal kelancaran pasokan, mengingat saat ini sudah ada 7.000-an petani yang bekerjasama dengan PT Sadana Arifnusa di Rembang?

“Di luar 7.000 petani yang ikut bermitra dengan Sadana, masih banyak yang tidak bermitra. Yang dulu ikut bermitra, sekarang tidak lagi, jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Ia mengakui, tidak bisa menyebutkan berapa petani yang tidak bermitra dengan Sadana dan bagaimana mereka menyikapi jatah 2.500 hektare luasan pengembangan tembakau untuk Rembang, yang selama ini sudah dimanfaatkan secara kemitraan.

“Kalau petani menanam dan penjualan hasil panennya menjanjikan, saya pikir tidak akan menjadi masalah soal luasan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua APTI Rembang versi yang lain, Maryono, tidak masalah dengan adanya mitra baru, selagi jelas menguntungkan petani dan tak sekadar iming-iming sesaat.

Menurutnya, petani perlu selektif memilih mitra, agar tidak justru dirugikan ketika sudah terlanjur bekerjasama dengan mitra baru. Ia juga menilai, PT Sadana Arifnusa, masih layak dijadikan mitra oleh petani tembakau di Rembang.

“Komitmen Sadana dalam menjalin kemitraan dengan petani tembakau di Rembang berlangsung baik selama ini. Soal pengetatan kualitas, itu demi kecakapan petani juga,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin menyatakan mempersilakan petani menginisiasi perusahaan mitra selain PT Sadana. Tapi pihaknya pun mengingatkan, agar petani tidak sembarangan bekerjasama.

“Silakan ada mitra baru, tetapi mesti selektif,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan