Di Rembang, Rukyat Tidak Berhasil Lihat Hilal

Selasa, 15 Mei 2018 | 18:21 WIB

Rukyatul hilal yang dilakukan di Pantai Karangjahe, beberapa waktu lampau. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Rembang tidak berhasil melihat hilal saat pengamatan untuk penentuan 1 Ramadan 1439 Hijriyah di Pantai Karangjahe pada Selasa (15/5/2018) petang.

Sekretaris BHR Kabupaten Rembang Ali Muhyiddin menjelaskan, selain karena kondisinya mendung gelap, ketinggian hilal yang secara perhitungan atau hisab nol derajat satu menit, juga sulit dilihat.

“Kita laporkan hasil kita ini ke Kemenag Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan PBNU. Sudah kita laporkan sebagai bahan rujukan sidang isbat di Kementerian Agama RI malam ini,” terangnya kepada mataairradio.

Dalam hal hilal tidak berhasil terlihat di seluruh wilayah di Indonesia, maka secara syariah islam, dianjurkan untuk menggenapkan Sya’ban menjadi 30 hari.

Karena itu, 1 Ramadan akan jatuh pada 17 Mei 2018. Meski demikian, ia tetap menanti keputusan sidang isbat dari Pemerintah.

Rukyat hilal di Pantai Karangjahe wilayah Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang diikuti oleh sekitar 50 orang berasal dari berbagai unsur seperti Kemenag setempat, KUA, dan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama.

“Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama dari Blora juga ikut,” terangnya.

Untuk pengamatan hilal, BHR membawa sejumlah peralatan seperti teropong bulan, teodolit, dan GPS.

Rukyat hilal untuk menentukan 1 Ramadan sudah enam kali ini digelar di Pantai Karangjahe.

Kementerian Agama menggelar rukyat hilal di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Di Jawa Tengah, ada 12 titik pengamatan hilal.

Selain di Pantai Karangjahe, rukyat juga dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Masjid Giribangun Banyumas, Pantai Jatimalang Purworejo, Assalam Observatory Sukoharjo, dan Pantai Kartini Jepara.

Selain itu, juga di STAIN Pekalongan, Pantai Segolok Batang, Pantai Longending Kebumen, Pantai Alam Indah Tegal, Pantai Tanjungsari Pemalang, dan Universitas Muria Kudus.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan