Di Rembang, Harga Cabai Rawit Naik, Merah Turun

Tuesday, 27 December 2016 | 15:06 WIB
Minimnya pasokan masih melambungkan harga cabai jenis rawit di Pasar Rembang, Selasa (27/12/2016). Namun harga cabai jenis merah keriting dan hijau, justru mengalami penurunan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Minimnya pasokan masih melambungkan harga cabai jenis rawit di Pasar Rembang, Selasa (27/12/2016). Namun harga cabai jenis merah keriting dan hijau, justru mengalami penurunan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga berbagai jenis cabai menjadi sorotan karena harganya yang membubung di hampir semua daerah di Jawa Tengah, belakangan ini.

Di Kabupaten Rembang, berdasarkan pantauan mataairradio.com, harga cabai rawit masih memiliki tren naik, namun harga cabai merah justru mengalami penurunan.

Selasa (17/12/2016) pagi, harga cabai rawit terpantau naik tiga ribu rupiah per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan harga cabai merah turun tajam.

“Cabai merah keriting Rp30 ribu per kilo, sebelumnya Rp40-50 ribu per kilo. Kalau cabai hijau turun dari Rp25 ribu menjadi Rp24 ribu per kilonya,” ungkap Marinem, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Rembang.

Menurutnya, pasokan minim di Kabupaten Rembang menjadi pemicu utama melonjaknya harga cabai. Apalagi hampir semua petani bertanam padi, sehingga sedikit yang menanam cabai.

“Namun meski harga cabai rawit mengalami kenaikan, dari segi penjualan masih tergolong lancar, tidak ada kendala. Hanya saja kondisi di Pasar Rembang beberapa hari terakhir sepi pengunjung,” paparnya.

Sagiran, pedagang sembako berasal dari Desa Sumberjo Kecamatan Rembang menambahkan, selain harga cabai rawit, beberapa harga sayuran juga mengalamai kenaikan saja seperti kol dan kentang.

Harga kol naik Rp6 ribu per kilo dari sebelumnya Rp4 ribu per kilo, atau menjadi Rp10 ribu per kilo. Harga kentang juga naik dari Rp12 ribu menjadi Rp13 ribu perkilo.

“Tomat turun 50 persen dari Rp6 ribu per kilo. Wortel stabil sekilonya masih Rp65 ribu, gula juga sama stabil Rp22 ribu per kilo,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan