Di Rembang Bakal Ada Institut Sains dan Teknologi

Selasa, 14 Mei 2019 | 14:42 WIB

Ketua YPPI Mudzakir (berbaju putih). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perguruan tinggi di Kabupaten Rembang mulai berkembang, hal itu terlihat salah satunya melalui jumlah perguruan tinggi yang saat ini sudah terdapat lima kampus.

Lima kampus tersebut yakni, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, STAI Al-Kamal Sarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang, PSDKU Undip, dan Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang.

STIE YPPI Rembang, salah satu dari kelima kampus itu, dikabarkan pada tahun depan akan berubah bentuk menjadi Institut Sains dan Teknologi.

Ketua YPPI Mudzakir mengatakan, saat ini tengah ada moratorium peraturan tentang pendirian perguruan tinggi.

Pihaknya berencana, untuk ke depan kampusnya menjadi universitas embrionya selain memiliki sekolah tinggi ilmu ekonomi, dia akan mendirikan sekolah tinggi ilmu komputer.

“Yang nanti kemudian kita gabungkan ditambah program studi tertentu menjadi universitas. Lantaran moratorium, maka dicarikan jalan keluar yang paling strategis dengan institut.

Dengan institut itu, yang sekarang sudah punya manajemen dan akuntansi ditambah sistem informasi, namanya menjadi institut sains dan teknologi,” terangnya kepada mataairadio.com

Menurut Mudzakir, peminat jurusan sistem informasi terbilang merata di Indonesia, sehingga kebutuhan akan program studi sistem informasi menjadi meningkat. Selain itu, juga karena revolusi industri 4.0, yang membuat arah berbagai kebijakan basisnya teknologi informasi.

“Tidak hanya Rembang, seluruh wilayah di indonesia ini sekarang banyak yang membutuhkan program studi itu (sistem informasi, red.). Karena revolusi industri 4.0 arahnya sudah berbasis teknologi informasi, sehingga SDM (sumber daya manusia) itu larinya ke arah sana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk berubah bentuk dari STIE menjadi Institut Sains dan Teknologi ada beberapa ketentuan, diantaranya luas tanah pada kampus minimal 10 ribu meter persegi, bangunan harus mencakup ruang kelas, perkantoran, dan fasilitas untuk aktivitas kemahasiswaan.

“Pada prinsipnya ada perbedaan tetapi tidak terlalu ekstrim, tidak terlalu besar, kecuali kalau universitas. Pertama masalah tanah, tanah itu minimal sepuluh ribu meter persegi, kita insyaallah sudah memiliki sepuluh ribu.

Kemudian bangunan. Bangunan itu untuk memenuhi ruang kelas, perkantoran, dan aktivitas kemahasiswaan. Kalau itu ada, tidak masalah,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan