Dewan Pendidikan Usul Butir-butir Pancasila Kembali Diajarkan

Sabtu, 2 Juni 2018 | 13:36 WIB

Siswa-siswi SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang mengusulkan agar butir-butir Pancasila kembali diajarkan di sekolah.

Menurut Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Sururi, sejak pelajaran pendidikan moral Pancasila (PMP) dihapus, pendidikan karakter hanya bertumpu pada pelajaran agama.

Padahal, penjabaran Pancasila sebagai ideologi bangsa penting dipahamkan kepada generasi milenial.

“Peran kami ya memberi masukan kepada pemerintah kabupaten dan DPRD setempat agar pemahaman butir-butir Pancasila digalakkan lagi di sekolah,” katanya.

Namun, usulan itu masih terhenti di ranah diskusi, sehingga belum ada produk kebijakan secara nyata, setidaknya hingga Sabtu (2/6/2018).

Juri, salah seorang guru di SD Negeri Candimulyo Kecamatan Sedan menyatakan setuju bila pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila kembali diajarkan kepada siswa.

Menurutnya, sejak PMP diganti pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn), nilai-nilai Pancasila tidak banyak diberi ruang.

“Saya sangat setuju kalau butir-butir Pancasila kembali diajarkan. Sebab, para siswa kini seperti cuek dengan Pancasila,” katanya.

“Yang lebih banyak diulas, justru masalah tata pemerintahan dan undang-undang. Seolah, siswa digiring untuk lebih memahami politik,” sambungnya.

Juri yang guru mata pelajaran PKn berharap agar butir-butir Pancasila diajarkan secara berkesinambungan sejak Kelas I hingga Kelas VI sekolah dasar.

Pendidikan Pancasila mulai hilang dari kurikulum sekolah sejak era reformasi tahun 1998 karena penafsirannya dianggap didominasi oleh rezim Orde Baru.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tidak menuangkan kurikulum Pancasila.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan