Dewan Pendidikan Soroti Rekrutmen Tenaga Pendidik

Selasa, 2 Oktober 2018 | 19:43 WIB

Ilustrasi (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang menyoroti rekrutmen tenaga pendidik atau guru honorer yang ada di lingkup Kabupaten Rembang.

Hal ini juga menyoroti kejadian pelecehan seksual yang terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Sale.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Sururi menyatakan agar lembaga sekolahan berhati-hati apabila menyeleksi guru yang akan diterima.

Jangan sampai karena kedekatan personal menjadi indikator penerimaan guru.

Dirinya pun menyayangkan beberapa sikap yang dilakukan oleh beberapa oknum guru, misalnya rokok bareng dengan muridnya ataupun nonton konser bersama walaupun itu dilakukan di luar sekolah.

“Boleh akrab dengan siswa namun juga harus ada batasan,” ungkapnya.

Hal itupun yang menjadikan antara guru dan murid tidak ada batasan sehingga marwah guru kadang disepelekan oleh murid.

Sururi menekankan agar kesalahan atau kenakalan pada murid tidak selalu dialamatkan pada murid namun guru harus instropeksi diri.

Menurutnya motif mengajar guru saat ini berbeda dengan motif guru-guru masa lalu. Kalau dulu guru memang mendidik muridnya agar menjadi pintar dan mengaplikasikan ilmunya, sedangkan hari ini banyak guru yang dikejar sertifikasi.

“sekarang banyak guru yang lebih mengejar sertifikasi Mas,” pungkasnya.

Sururi menambahkan agar akhlak seorang guru dikedepankan supaya menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan