Dewan Pendidikan Rembang Inisiasi Wajib Madin

Selasa, 4 Desember 2018 | 19:20 WIB

Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang sedang melakukan studi banding di Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (4/12/2018) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

PASURUAN, mataairradio.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang berencana menginisiasi program wajib Madrasah Diniyah (Madin). Hal tersebut terungkap saat Dewan Pendidikan Rembang melakukan studi banding ke Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (4/12/2018) pagi.

Anggota Dewan pendidikan Adib Ulinnuha menyatakan, kunjungan pihaknya ke Kabupaten Pasuruan itu dalam rangka melihat dan belajar bagaimana penerapan wajib Madin bagi seluruh sekolahan di Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, kabupaten tersebut juga mampu melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati (Perbub) Nomoro 21 Tahun 2016, yang isinya semua siswa sekolah formal wajib berpendidikan agama, kecuali pesantren dan sekolah-sekolah khusus yang telah mewajibkan muatan agama lebih di sekolah.

“Apalagi karakteristik Rembang hampir sama dengan Kabupaten Pasuruan yakni sebagai daerah santri. Dan hal ini akan menjadi masukan penting ke Bupati Rembang,” ujar Adib.

Adib menambhakan, bahwa dengan lebih banyak muatan agama akan membentuk mental yang lebih baik ditengah degradasi moral dan spiritual yang akhir-akhir ini terjadi.

“Akhir-akhir ini kan moral dan spiritual menurun, kami rombongan berjumlah sepuluh orang melakukan kunjungan ke Pasuruan. Belajar kebijakan wajib madin yang diterapkan di kabupaten itu,” ungkapnya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, diterima oleh DPRD Pasuruan, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Kepala Kantor Kementerian Agama setempat.

Sementara itu Aggota Dewan Pendidikan yang lain Rita Masniyah menyatakan, jika nanti Rembang mampu melahirkan Perda atau Perbub terkait wajib Madin, maka guru Madin dan madrasah akan mempunyai nilai tambah dari pelaksanaan peraturan ini.

“Karena akan lebih diperhatikan, disamping bantuan fisik yang selama ini terkesan dikedepankan daripada pembangunan mental agama yang seharusnya lebih penting,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan