Dewan Kerajinan Daerah Embuskan Membatik Masuk Kurikulum Sekolah

Selasa, 6 Maret 2018 | 17:16 WIB

Ketua Dekranasda Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz melihat-lihat kain batik tulis lasem di ruang pamer Dekranasda di bilangan Jalan Untung Suropati, Lasem, Selasa (6/3/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Rembang mengembuskan perlunya pelajaran membatik masuk kurikulum atau sebagai muatan lokal sekolah di daerah ini.

Ketua Dekranasda Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz menjelaskan, usulannya berangkat dari batik sebagai salah satu produk kerajinan yang bisa dikelola dan menguntungkan. Batik juga diminati hingga mancanegara.

Selain itu juga karena ternyata minat membatik di kalangan pelajar tumbuh dari daerah yang notabene bukan sentra. Pemenang lomba membatik tingkat sekolah di Rembang misalnya, justru dimenangi dari Sarang.

“Dengan memasukkan pelajaran membatik ke dalam kurikulum atau muatan lokal di sekolah, kita tidak akan khawatir dengan regenerasi pembatik di Kabupaten Rembang,” katanya.

Embusan agar batik masuk menjadi kurikulum atau diajarkan dalam bentuk muatan lokal di sekolah, sebenarnya bukan barang baru. Sebab, pada 2007, muatan lokal membatik diajarkan di beberapa sekolah di Lasem.

Tetapi Dekranasda berharap membatik diajarkan tanpa tebang pilih sekolah di Kabupaten Rembang. Hasiroh juga berharap agar masyarakat mengenal Dekranasda sebagai tempat kumpul para perajin di Rembang.

Menurutnya, warga tidak perlu pergi jauh ke mal untuk mencari barang hasil kreasi dan kesenian. Masyarakat bisa datang ke Dekranasda yang bergerai pamer di Lasem. Di tempat ini ada beragam produk kerajinan, termasuk batik.

“Di sini ada sepatu, dompet, kerajinan kulit, dan batik. Nggak perlu ke mal, cukup di sini (showroom Dekranasda, red.),” katanya.

Selasa (6/3/2018), Dekranasda memeringati ulang tahunnya yang ke-38 di ruang pamer di bilangan Jalan Untung Suropati Lasem. Acara ini diwarnai panggung musik, pembagian sembako, dan pameran produk kerajinan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan