Dewan Hadir Separuh, Kades Boikot Musrenbang Bulu

Senin, 16 Februari 2015 | 17:10 WIB
Sejumlah kepala desa di Kecamatan Pamotan melakukan aksi tutup mulut saat digelar Musrenbangcam yang dihadiri lima anggota dewan, Senin (9/2/2015). (Foto:mataairradio.com)

Sejumlah kepala desa di Kecamatan Pamotan melakukan aksi tutup mulut saat digelar Musrenbangcam yang dihadiri lima anggota dewan, Senin (9/2/2015). (Foto:mataairradio.com)

 
BULU, mataairradio.com – Musyawarah Rencana Pembangunan atau Musrenbang di Kecamatan Bulu diboikot oleh 15 kepala desa yang hadir dari wilayah itu, hanya karena tidak semua anggota dewan dari daerah pemilihan setempat hadir.

Musyawarah sudah dimulai dengan menyanyikan secara bersama lagu “Indonesia Raya”. Namun, begitu Camat Bulu Suswantoro memberi sambutan, salah satu kepala desa berdiri menginterupsi forum.

Kepala desa meminta musyawarah ditangguhkan satu jam untuk menunggu tiga anggota dewan agar hadir. Namun hingga pukul 11.00, anggota dewan yang hadir tak bertambah. Kades Kadiwono Ahmad Ridwan menyebut dewan tidak konsisten dengan absen.

“Anggota dewan sebagai contoh sekaligus pencetus undang-undang, yang mestinya mau peduli dengan aspirasi desa dan menaatinya,” ujarnya.

Pada Musrenbangcam yang dimulai pukul 10.00 WIB itu, tampak hanya Wasiman (PKB), Paramita Prapanca Aswari Nurul Rahajeng (Partai Hanura), dan Sukarmain (PAN) yang hadir. Sementara Bahaud Duror (Nasdem), Mugiharto (Demokrat), HM Mursyid (PPP) tampak absen.

Wasiman mengatakan, kebetulan dirinya bersama Sukarmain berada dalam satu komisi, yakni Komisi A. Dia mengaku tidak tahu alasan tiga rekan lainnya dari Dapil Sulang-Bulu-Gunem, absen. Padahal Bahaud Duror merupakan teman sekomisinya.

“Kami menghormati sikap para kades. Namun langkah boikot semacam itu terlalu berlebihan. Karena meskipun tidak hadir, bukan berarti aspirasi dari desa tidak tersampaikan oleh anggota dewan,” ujarnya.

Wasiman pun yakin, anggota dewan yang tidak hadir, memiliki alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Camat Bulu Suswantoro yang dihubungi secara terpisah mengatakan, sebenarnya dokumen usulan dari semua desa sudah terkumpul dan siap dibahas.

“Kami belum akan menjadwalkan musrenbang di lain kesempatan, karena jadwal kali ini telah melalui persiapan yang matang,” katanya.

Menurut dia, idealnya, musrenbang dijadwalkan ulang. Namun dia belum tahu kapan.

“Apalagi tidak ada jaminan, semua anggota dewan akan hadir semua di musrenbang berikutnya,” pungkasnya sembari mengatakan, secara ketentuan, musrenbangcam perlu dilalui sebelum musrenbang tingkat kabupaten.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan